#pemkabtubaba#beritalampung

Pembuatan Adminduk Tingkat Desa di Tubaba Bayar Rp900 Ribu

Pembuatan Adminduk Tingkat Desa di Tubaba Bayar Rp900 Ribu
Warga Indraloka Jaya menunjukkan hasil pengurusan Adminduk seharga Rp300 ribu. Lampost.co/Sobirin


Panaragan (Lampost.co) -- Pembuatan dokumen administrasi kependudukan (adminduk), seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta kelahiran dapat diurus di kantor kecamatan dan kantor tiyuh (desa) secara gratis. 

Namun, pembuatan adminduk di Tulangbawang Barat (Tubaba) dikenai biaya hingga mencapai Rp900 ribu. Hal itu terjadi di Desa Indraloka Jaya, Kecamatan Way Kenanga.

Salah satu warga, Wardi, mengaku menghabiskan biaya Rp300 ribu untuk mengurus kartu anak, KK dan akta kelahiran. "Kakak saya juga mau bikin, tapi aparatur kampung minta Rp700 ribu, sehingga tidak jadi bikin. Sedangkan yang kami tahu pembuatan itu dari pemerintah gratis," kata dia.

Warga lainnya pun mengaku dimintai Rp900 ribu untuk mengurus administrasi kepindahan dari Palembang agar bisa menetap di desa tersebut. "Ada warga yang di kode uang Rp900 ribu. Orang tidak mampu dimintai uang sebanyak itu, ya kebingungan lah," ungkapnya.

Atas hal itu, warga meminta Pemerintah Kabupaten dapat melakukan penertiban pelayanan publik pembuatan adminduk hingga tingkat tiyuh.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tubaba, Hariyanto, mengatakan pengurusan adminduk diadakan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. 

Namun, dia mengaku dalam prosesnya ditemui banyak kendala dengan ketiadaan perangkat cetak seperti komputer dan printer.

"Itu alasan yang sering menjadi kendala, padahal hanya komputer dan printer saja dan sekarang cukup menggunakan kertas biasa sudah bisa," ungkapnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait