#APTISI

Pemberian Insentif  Rp100 Juta per Yayasan Dinilai Menyehatkan PTS

Pemberian Insentif  Rp100 Juta per Yayasan Dinilai Menyehatkan PTS
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko mengatakan meski merger kampus Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dinilai sebagai solusi, tetapi prosesnya sangat sulit dan memakan waktu.

Menurutnya, dalam rangka menyehatkan PTS, merger adalah salah satu alternatif. Namun, hal itu bisa dilakukan dengan cara memberikan insentif berupa uang Rp100 juta per yayasan. "Ini adalah salah satu daya tarik, kedua, pemberian pelayanan yang baik, komunikasi dan kemudahan dalam sistem merger;, ketiga, sistem harus easy to use dan bisa cepat menjawab permasalahan," kata dia, Selasa, 25 Oktober 2022.

Selain itu ia pun meminta reviewer merger PTS harus terstandar dan profesional.

Budi juga meminta kepada pemerintah memberi bonus akreditasi dengan memilih akreditasi tertinggi dari akreditasi institusi yang digabung.

"Diberikan juga insentif berupa uang (sudah berjalan) dan setiap fase ditulis proses paling lama, sehingga dapat dihitung total waktu yang ditempuh," kata dia.

Menurutnya, yang menjadi masalah utama sekarang adalah lamanya proses merger PTS tersebut antara dua hingga tiga tahun bahkan tidak beres dan tidak bisa keluar SK/Izin.

"Dan pengusul tidak diberi tahu apa masalahnya dan dibiarkan menunggu tanpa jawaban harus bagaimana, padahal uang sudah keluar banyak untuk membayar dosen dan tendik," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait