#RAPERDA#LAMPUNG

Perda Pencegahan Pernikahan Anak Jangan Tidak Tumpang Tindih

Perda Pencegahan Pernikahan Anak Jangan Tidak Tumpang Tindih
Suasana rapat pembahasan raperda pencegahan pernikahan di bawah umur, di gedung DPRD Lampung, Senin, 26 September 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Lampung membahas Raperda Pencegahan Perkawinan di bawah umur, dengan instansi terkait, Senin, 26 september 2022.

Perancang Peraturan Perundang-Undangan Ahli Muda Kanwil Kemenkumham Lampung Desi Rulianti mengatakan, karena sudah ada undang-undang dan peraturan lain yang berkaitan dengan anak dan pernikahan di bawah umur maka pembentukan Raperda hingga nanti menjadi perda, perlu dilakukan inventarisir secara detail, agar tidak terjadi tumpah tindih. "Harus di inventarisir, sudah mengakomodir atau belum," kata dia dalam rapat di DPRD Lampung, Senin, 26 September 2022.

Sementara itu Ketua Bapemperda DPRD Lampung, Jauharoh mengatakan, wacana pembentukan raperda ini mengingat tingginya angka perkawinan di bawah umur, terutama di masa pandemi covid-19. "Semacam ada dispensasi perkawinan. Ini yang membuat kami membahas raperda ini," ujarya.

Jauharoh mengatakan memang saat ini sudah terdapat Pergub No. 55 Tahun 2021, tentang Pencegahan Pernikahan Pada Usia Anak. Namun secara umum, seharusnya peraturan yang ada terlebih dahulu yakni berbentuk Perda. "Kami ini kan sosialisasi perda, enggak bisa jalan kalau enggak ada perdanya, tapi ini kebalik," kata Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB itu.

Dia berharap jika raperda itu disahkan menjadi perda, bisa mengcover hal-hal yang tidak termuat dalam Pergub tersebut. "Dengan perda kami harap bisa maksimal," kata dia.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Uki Basuki mengatakan, jika Raperda itu diudangkan, tentunya pencegahan perkawinan muda bisa dicegah. Hal ini sebagai upaya mengeliminasi tingginya kematian ibu dan anak. Kemudian dapat mencegah angka stunting pada anak, dan hal lainnya.

"Kalau nikah di bawah umur, banyak aspek yang menjadi beban, sang anak bisa depresi, rumah tangga tidak harmonis, asuhan keperawatan dan kesehatan anak yang dilahirkan tidak maksimal," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait