#bumd#pringsewu

Pembentukan BUMD Pringsewu Batal karena Perda Penyertaan Modal Belum Disahkan

Pembentukan BUMD Pringsewu Batal karena Perda Penyertaan Modal Belum Disahkan
Ilustrasi BUMD. Foto: Istimewa


Pringsewu (Lampost.co) -- Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Pringsewu Ediyanto menyatakan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Pringsewu belum bisa dilaksanakan pada 2021. Pasalnya, DPRD Pringsewu belum mengesahkan perda penyertaan modal. 

"Akibatnya ya tidak bisa jalan," kata Ediyanto, melalui telepon, Jumat, 10 September 2021.

Baca juga: BUMD Pringsewu akan Kelola Modal Rp5 Miliar

Ia menjelaskan saat ini pihaknya hanya menyusun regulasi bidang usaha apa yang akan dikerjakan oleh BUMD. Misalnya, menyiapkan perda tentang pengadaan barang dan jasa dan sejumlah bentuk usaha lainnya. 

"Kalau tidak disiapkan payung hukumnya, pas BUMD berdiri tidak akan bisa bekerja," ujarnya.

Sementara anggaran penyertaan modal informasinya sudah disiapkan pada 2022. Kalau tahun 2021, anggaran yang rencananya diberikan ke BUMD sebesar Rp5 miliar terkena refocusing untuk penanganan covid-19.

"Saya berharap tahun 2022 BUMD sudah bisa berdiri. Sebab banyak peluang usaha yang bisa digarap di Pringsewu. Sayang, jika dibiarkan begitu saja," kata Ediyanto. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait