#huniantetap#korbantsunami#beritalamsel

Pembelian Lahan Untuk Huntap Korban Tsunami Terkendala

Pembelian Lahan Untuk Huntap Korban Tsunami Terkendala
Ilustrasi. Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): Upaya pembelian lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat korban terdampak tsunami di wilayah pesisir Rajabasa-Kalianda, belum sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya, masih ada pemilik lahan menolak meskipun Pemkab Lamsel sudah menurunkan tim appraisal (tim penilai).

"Hal ini lantaran pemilik lahan belum merasa cocok dengan nilai yang ditawarkan untuk pembelihan lahan mereka," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel M. Darmawan, Kamis, 9 Januari 2020.

Menurut dia, masih ada pihak yang tidak mau tanah mereka dijual. Kondisi tersebut terjadi di tiga desa yang dijadikan lokasi penentu lokasi (penlok) pembangunan Huntap.

"Iya, karena dianggap harga yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan pemilik lahan," katanya. 

Dia menjelaskan para pemilik lahan yang tidak sepakat untuk menjual tanah mereka tersebar di tiga desa meliputi Desa Waymuli yang membutuhkan lahan sekitar 5.800 meter persegi. Desa Banding membutuhkan lahan 7.000 meter persegi dan Desa Maja membutuhkan lahan minimal 1.800 meter persegi.

"Nah, kalau untuk di Desa Maja ini, rencananya akan di bangun 18 unit Huntap," kata Darmawan.

Selain di desa-desa tersebut, tambah Darmawan, seluruh desa yang dijadikan penlok tempat pembangunan Huntap sudah selesai seperti Desa Kunjir dan Waymuli Timur.

Pada tahun ini, pihaknya akan kembali mencari kekurangan lahan untuk pembangunan lokasi Huntap. "Ya, nanti kita cari lagi dan kita proses seperti kemarin dengan melibatkan tim appraisal," kata dia.

Total unit Huntap yang dibutuhkan 524 unit yang sudah dilakukan pembelian 357 unit. "Tinggal dikit lagi yang kita beli untuk tahun ini," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait