#tunggakanListrik#pln#beritalampung#ekbis

Pembayaran Rekening Listrik Tertunggak Rp43 Miliar

Pembayaran Rekening Listrik Tertunggak Rp43 Miliar
Petugas PLN mengecek instalasi listrik pelanggannya. (Foto:Dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mencatatkan terdapat tunggakan pembayaran rekening listrik sebesar Rp43 miliar di Lampung. Utang yang belum terbayar itu berasal dari 200 ribu pelanggan yang sebagian besarnya terdapat di Kotabumi.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Lampung, Agung Surana menjelaskan pelanggan PLN di Lampung saat ini mencapai 2 juta. Dari angka itu, 200 ribu diantaranya menunggak pembayaran tagihan listrik yang sebagian besarnya ada pada tingkat rumah tangga.

"Jumlah rekening yang menunggak ditahun ini sampai Rp43 miliar dari 200 ribu pelanggan. Tapi, nilai itu masih lebih rendah 30% dibandingkan tahun lalu," kata Agung, Jumat (21/12/2018).

Dia melanjutkan, tunggakan tersebut besar dilakukan pada pelanggan PLN area Kotabumi, Metro, dan Tanjungkarang. Besarnya tunggakan itu turut menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya rencana-rencana pembangunan peningkatan kapasitas kelistikan ditengah jumlah pelanggan yang terus bertambah setiap bulannya.

"Sampai November ada penambahan 121 ribu pelanggan. Artinya, secara rata-rata tiap bulan ada penambahan 10 ribu yang berarti kebutuhan daya pun bertambah. Sehingga, pembangkitnya pun harus terus ditambah juga," ujarnya.

Menurutnya, jika saat ini kelistrikan Lampung memiliki cadangan daya 80MW, tetapi pelanggan terus bertambah 10 ribu per bulan maka cadangan daya itu pun nantinya akan habis. "Rencana penambahan pembangkit, tranmisi, gardu induk, jaringan tegangan menengah selalu ada tiap tahunnya. Tapi, kalau uangnya tertunggak terus, investasi pun akan menganggu," ujar dia

Pemutusan arus listrik bagi pelanggan yang menunggak sampai tanggal 20 setiap bulannya. Jika setelah dua bulan dari pemutusan belum juga dibayar, maka akan dicabut juga listriknya. "Kami berharap masyarakat itu bida sadar untuk taat bayat listrik. Sehingga investasi tidak terganggu dan penambahan pembangkit pun pun bisa selalu terwujud," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait