#desamembangun#pembangunan#beritalamsel

Pembangunan Saluran Drainase Jalan Nasional di Dusun Bunut Asal-asalan

( kata)
Pembangunan Saluran Drainase Jalan Nasional di Dusun Bunut Asal-asalan
Para pekerja sedang membangun drainase di pinggir Jalinpatim, Dusun Bunut, Desa Bandaragung, Lampung Selatan. Lampost.co/Aan Kridolaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Pekerjaan saluran drainase talut pada jalan Nasional di ruas jalan lintas pantai timur (Jalinpantim) Dusun Bunut, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi dan Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan diduga asal-asalan.

Pantauan Lampost.co, Minggu 27 Oktober 2019 di lapangan diketahui peningkatan struktur jalan yakni pekerjaan saluran drainase yang dikerjakan oleh PT Lampung Persada itu, tidak memiliki kualitas. Berdasarkan informasi pekerjaan saluran drainase di Desa Sumbernadi sepanjang 100 meter.  Sedangkan di depan Pos Polisi Bunut, Kecamatan Sragi lebih kurang 200 meter. 

Proses pelaksanaan pekerjaan galian tanah dan kualitas saluran sudah menunjukkan akan terjadinya kerusakan dalam waktu singkat. Kuat dugaan saluran pada bahu jalan Nasional itu tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun pedoman umum pelaksanaan konstruksi yang mengacu pada peraturan menteri pekerjaan umum (PU). 

Kualitas bangunan juga dipertanyakan warga yang ada disekitar lokasi pekerjaan Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang. Dimana pekerjaan talut didepan Gereja HKBP sepanjang kurang lebih 100 meter itu ditemui beberapa kejanggalan.

"Nanti kalau sudah jadi talut saluran drainase itu mudah retak, pecah, keropos, melengkung atau miring, karena adukan antara semen dengan pasir tidak seimbang," ujar salah satu jemaat HKBP yang enggan disebutkan namanya sekitar lokasi pekerjaan ruas Jalinpantim, Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang.  

Ditemui dilokasi pekerjaan saluran drainase di Desa Simbernadi, Kecamatan Ketapang,  Jazuli dan Rosi yang mengaku sebagai konsultan menyebutkan proyek yang bersumber dari dana APBN ini dikerjakan oleh PT Lampung Persada dengan pelaksana pekerjaan Darmawan. "Mengenai anggaran tanya ke pelaksana, namun Pak Darmawan lagi enggak ada. Kami sini hanya sebagai konsultan, " ujar mereka. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar