#CITRALANDLAMPUNG#PERUMAHAN#BERITABANDARLAMPUNG

Pembangunan Ratusan Perumahan Citraland Disetop

Pembangunan Ratusan Perumahan Citraland Disetop
Longsor di Citraland. Dok



Bandar Lampung (Lampost.co) --  Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Bandar Lampung, menghentikan sementara rencana pembangunan ratusan perumahan di Citraland. 

Diberitakan sebelumnya, pihak Citraland berencana membangun sebanyak 215 unit perumahan. Karena ada longsor, maka pembangunan ratusan perumahan tersebut disetop.  

Kepala Disperkim Kota Bandar Lampung Yustam Effendi mengatakan, larangan itu berdasarkan surat dari Pemerintah Provinsi Lampung yang meminta Pemkot menghentikan pembangunan. Bahkan, penghentian pembangunan tersebut tidak hanya pada lokasi longsor beberapa waktu lalu. 

"Surat Gubernur Lampung memerintahkan agar pemerintah kota, menyetop sementara bangunan sebanyak 215 unit. Pembangunan itu tidak diteruskan dahulu terutama yang masih tahap rencana bangunan baru. Tetapi, yang sudah berjalan dan tahap finishing tidak masalah," ujarnya, Jumat 19 Februari 2021. 

Berdasarkan data Disperkim, total bangunan rumah yang direncanakan untuk dibangun sebanyak 282 unit, dan telah selesai dibangun sebanyak 67 unit. 

"Dihentikan sampai mereka berkomunikasi dengan DLH Provinsi termasuk kajian teknisnya. Ketika kajian teknis sudah terpenuhi, maka proses pembangunan bisa dilanjutkan. Kajian teknis itu nanti disampaikan juga ke Pemkot Bandar Lampung," kata dia. 

Instruksi gubernur Lampung itu juga telah disampaikan kepada pihak manajemen Citraland. Ke depan, perintah tersebut bisa dipatuhi. Dinas juga akan terus mengawasi secara rutin. 

"Pengawasan akan dilakukan oleh Disperkim tiap dua atau tiga hari cek ke lokasi, via telepon ke camat, dan lurah yang dekat di lokasi perumahan Citraland," ujar dia. 

Sebagai bentuk antisipasi terhadap pengembang perumahan lainnya, Disperkim telah mengeluarkan surat edaran terkait segala proses konstruksi sesuai kajian teknis yang disepakati. 

"Disperkim sudah buat surat edaran kepada para developer, karena sekarang cuaca ekstrem kami minta untuk benar-benar mengerjakan konstruksi sesuai kajian teknis, jangan sampai ada hal yang terulang," katanya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait