#OTT#KPK#UNILA#LNC

Pembangunan Lampung Nahdliyin Center Tidak Libatkan Warga Sekitar

Pembangunan Lampung Nahdliyin Center Tidak Libatkan Warga Sekitar
Gedung LNC tampak sepi dan pagarnya dikunci dari dalam. Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pembangunan Lampung Nahdliyin Center (LNC) yang dilakukan oleh Rektor nonaktif Universitas Lampung (Unila) Karomani tidak melibatkan warga sekitar. Gedung itu dibangun menggunakan dana yang diduga bersumber dari uang suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unila.

Ketua RT 06 Lingkungan 01, Kelurahan Rajabasa Raya, Kota Bandar Lampung, Saidi M mengatakan warga setempat tidak pernah dilibatkan mulai dari pembangunan selama empat bulan pada 2022 hingga peresmian gedung pada 15 Agustus 2022.

"Warga sini nggak ada yang dilibatin, seluruh tukang itu dari luar semua. Kalau pemberitahuan melalui RT nggak ada, dengan lurah pun nggak ada. Sempet diundang cuma dalam undangan itu ditulis undangan terbatas 200 orang. Nah saya tidak termasuk dalam undangan itu,” kata Saidi saat ditemui, Senin, 12 September 2022.

Bahkan semenjak diresmikan, gedung itu tidak pernah digunakan untuk kegiatan apapun. Pemantauan Lampost.co, Senin, 12 Agustus 2022, pagar terkunci dan tidak ada kegiatan di gedung itu.

"Mereka (Karomani) waktu jual-beli nggak kasih tahu, ngebangun nggak kasih tahu, dan waktu peresmian besarnya itu yang diundang cuma Ansor dan Unila, warga sekitar nggak (diundang)," kata Saidi.

Dia mengaku sudah mendengar jika pembangunan gedung tiga lantai yang luasnya kurang lebih 500m² itu diduga dibangun menggunakan uang suap. "Yang saya tahu waktu itu katanya yang beli tanah itu Rektor Unila Karomani, yang diundang itu cuma lurah, saya sebagai RT nggak pernah dikasih tahu  tapi kalau proses pembangunan kan keliatan, itu sekitar 3 atau 4 bulan gitu," kata dia.

Saidi menambahkan karena ia adalah RT setempat seharusnya jika ada warga yang  melakukan jual beli tanah atau apapun itu minimal memberitahukan kepada dia.  "Saya mau negor dia tapi rektor, dia pinter kan, makanya waktu itu pak camat sempet kasih tahu, Pak Saidi tolong dibantu dong itu peresmian Gedung Nahdliyin. Saya bilang saya kan nggak dikasih tahu itu, saya tidak butuh surat tidak apa-apa kalau cuma omongan dari mereka misal Pak Saidi tolong ya itu besok kalo peresmian dateng baru saya dateng," kata dia.

Untuk itu jika terjadi sesuatu dengan gedung LNC itu tidak mau tahu.  "Saya nggak mau tahu karena mereka nggak lapor saya," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait