#MediaGroup#HUTRI

Pembangunan Karakter Pemuda Jadi Fondasi Utama Berantas Ketimpangan di RI

Pembangunan Karakter Pemuda Jadi Fondasi Utama Berantas Ketimpangan di RI
CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin


Jakarta (Lampost.co) -- CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menilai pentingnya membangun karakter pemuda Indonesia saat ini. Sebagai negara yang memiliki bonus demografi melimpah, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda harus menjadi sorotan utama guna memberantas tingkat ketimpangan yang semakin melebar saat ini.

Mirdal mengakui bahwa saat ini Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat ketimpangan ekonomi penduduk (Gini Ratio) yang tinggi. Bahkan menjadi nomor empat tertinggi, setelah Rusia, India, dan Thailand.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2021, tingkat ketimpangan penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,384. Angka ini menurun 0,001 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,385. Namun meningkat 0,003 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2020 yang sebesar 0,381.

"Kita ada PR yang luar biasa, yaitu 50 persen aset nasional itu dikuasai hanya oleh satu persen penduduk. Kalau kita tingkatkan menjadi 70 persen aset nasional, itu hanya dikuasai oleh sembilan persen masyarakat Indonesia. Artinya, hanya 30 persen aset nasional yang dinikmati oleh 90 persen masyarakat Indonesia. Kita masih ada PR di pemerataan," ujar Mirdal dalam webinar Asa 76 Tahun Indonesia Merdeka, Minggu, 15 Agustus 2021.

Menurut Mirdal, seluruh pihak terlena dengan kekayaan dan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ruah. Kondisi itu membuat Indonesia sebelumnya terlena, dan lupa untuk mempersiapkan SDM yang unggul dan tangguh.

"Kita memiliki semua potensi untuk berhasil menjadi negara yang sukses, yang maju di dunia ini. Tetapi hampir kita lewatkan sampai 50-70 tahun yang lalu," sebut dia.

Mirdal mengaku iri dengan negara tetangga, Singapura yang hanya membutuhkan waktu 20 tahun untuk menjadi negara sukses di dunia. Padahal Negeri Singa itu tidak memiliki SDA. Ketika merdeka pun kondisi Singapura sama dengan kondisi Indonesia yang baru merdeka.

Begitu pula dengan Jepang yang hanya memiliki 30 persen wilayah yang bisa untuk dikembangkan. Tetapi dengan langkah Restorasi Meiji, dari posisi nol pada tahun 1948 usai kalah dari Perang Dunia II, kini Negeri Matahari Terbit itu menjadi negara maju nomor empat di dunia.

"Kita tidak boleh terlena, kita memiliki potensi hari ini dengan SDM yang melimpah. Hari ini setiap tahun kita menghasilkan ribuan Sarjana, ribuan S2. Kita menghasilkan jutaan pemuda-pemuda baru, kita memiliki 70 persen pemuda yang insyaallah 20 tahun yang akan datang akan menuai hasilnya menjadi pemimpin-pemimpin baru," ucap Mirdal.

Untuk mewujudkannya, jelas Mirdal, pemuda Indonesia harus memiliki karakter semangat yang kuat seperti para pemuda pencetus Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Terdapat dua karakter yang dibutuhkan, yakni karakter profesional dan karakter modal.

Karakteristik profesional mengacu pada kualitas yang dicontohkan seseorang dalam lingkungan bisnis. Meskipun setiap profesi membutuhkan orang dengan keterampilan dan bakat khusus, namun setiap karyawan yang efisien harus memiliki kualitas profesional umum.

Sementara karakter moral adalah dasar dari penerimaan dan pertumbuhan pribadi, hubungan yang sehat, dan kesuksesan. Cara seseorang beretika pada dasarnya terkait dengan siapa dia sebagai pribadi, dan ini dinilai menjadi elemen yang penting.

Selain itu, pemuda Indonesia juga harus memiliki visi yang kuat, fokus, determinasi, endurance dan survive, kemampuan untuk beradaptasi, serta punya keyakinan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

"Pemuda juga harus memiliki kegigihan untuk mencapai tujuan. Pemuda itu adalah yang tidak memilih jalan menurun, tidak memilih jalan mendatar, tetapi dia memilih jalan yang mendaki, sulit betul, berat. Tetapi di puncak-puncak pendakiannya itu akan bisa menyampaikan semua keberhasilan dan semua kegemilangan bangsa ini kepada seluruh rakyat di dunia," pungkas Mirdal.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait