#BERITAPESISIRBARAT#INFRASTRUKTUR

Pembangunan Jembatan Jalur Melesom-Lumbok Perlu Koordinasi dengan TNBBS

Pembangunan Jembatan Jalur Melesom-Lumbok Perlu Koordinasi dengan TNBBS
Perbaikan jembatan ambruk di jalur Melesom-Lumbok, yang dilaksanakan gotong royong dengan dana anggaran dari dinas PU Pesisir Barat itu sudah selesai dan dapat digunakan kembali -- Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Untuk melakukan pengaspalan jalan dan pembangunan jembatan  secara keseluruhan di sepanjang  jalur Melesom Pesisir Barat- Lumbok, Lampung Barat, pemerintah kabupaten (pemkab) setempat atau pemerintah provinsi (pemprov) Lampung perlu berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) atau kementerian kehutanan.

Peratin (kepala desa) Pekon Pagardalam, kecamatan Lemong, Marzawi, mengatakan jalur  jalan yang menghubungkan Melesom-Lumbok, melewati hutan marga, Hutan Produksi Terbatas, (HPT), dan TNBBS. Maka, pemangku kepentingan baik pemkab Pesisir Barat maupun pemprov Lampung perlu berkoordinasi segera dengan pihak TNBBS.   

"Jalan Melesom Lumbok sepanjang 37 kilometer di kilometer sembilan merupakan perbatasan TNBBS dan HPT. Di  kilometer delapan merupakan perbatasan hutan marga dengan HPT. Jalan yang melintas di TNBBS lebih kurang lima kilometer (km), Pekon Pancur, dan Ujungrembun, Lampung Barat," kata Marzawi, Kamis 20 Mei 2021. 

Menurutnya, lokasi jembatan ambruk yang telah dibangun kembali menggunakan material kayu tersebut, masuk dalam wilayah hutan marga. Kini, jembatan itu sudah dibangun kembali oleh warga secara bergotong royong. Adapun dana untuk material kayu berasal dari dinas pekerjaan umum (PU) Pesisir Barat. Total ada enam jembatan yang diperbaiki dan dibangun sepanjang jalur itu.

"Dahulu lebar jembatan jembatan itu hanya 1,5 meter, sekarang lebarnya masing masing jembatan itu menjadi tiga meter," ujarnya.
 
Pihaknya berharap pemerintah provinsi atau kabupaten dapat membangun jembatan kayu itu menjadi jembatan permanen sekaligus dilakukan pengaspalan jalan. 
Marzawi menambahkan jalur Melesom-Lumbok, cukup penting untuk aktivitas masyarakat di wilayah itu. 

"Warga  yang masuk dalam wilayah saya saja yaitu di Pemangkuempat Waykerkai ada sekitar 200 kepala keluarga (KK), sudah kampung gede (besar).  Tiap hari ada warga yang melintas di jalur itu dari Lombok, Pancurmas, Ujungrembun (Lampung Barat) ke sini," kata Marzawi. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait