#Pringsewu#Infrastruktur

Pembangunan Jalur II Pringsewu Terhambat Pembebasan Lahan

Pembangunan Jalur II Pringsewu Terhambat Pembebasan Lahan
Ilustrasi lampost.co


Pringsewu (Lampost.co): Harapan memiliki Jalur II Pringsewu bakal lama terealisasi. Pasalnya, sampai saat ini baru sekitar 600 meter tanah yang sudah diganti rugi untuk pelabaran jalan pada ruas jalan nasional di Sidoharjo, Pringsewu.

Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pringsewu Anjarwati mengatakan, pembebasan lahan guna pelabaran jalan untuk rencana pembuatan jalur II masih menemui banyak kendala, terutama soal anggaran.

Menurutnya, pembebasan lahan guna pelebaran sudah di mulai sejak tahun 2018 dan sudah di selesaikan pada tahun 2019. Dia menambakan pada anggaran  2018, awalnya terestimasi sekitar Rp4 milyar, dan dibayarkan pada 2019. Ganti rugi untuk pelebaran jalan dengan nilai Rp2 juta/meter.

Menurutnya pelebaran jalan yang di mulai dari aspal jalan sepanjang 6 meter dan dari AS jalan sepanjang 9,5 meter.

"Saat ini pmbebasan untuk pelebaran jalan mulai dari jembatan Bulokarto arah pasar Pringsewu baru sampai Sampang masjid Sidoharjo atau sekitar 600 meter kiri kanan jalan," ungkap Anjarwati, Selasa, 8 Desember 2020.

Dari panjang 600 meter yang sudah di ganti rugi, kata dia, memang masih ada beberapa yang belum beres karena adanya masalah. Sertifikasi belum bisa ditunjukan dan masih adanya masalah keluarga.

Menurut dia, panjang jalan mulai jembatan Bulokarto sampai pasar induk Pringsewu sekitar 3 km. Sementara untuk nilai atau harga di tentukan oleh konsultan jasa penilai publik (KJPP) atau appraisal, dengan melibatkan BPN.

Menurut Anjarwati, dari 6 meter untuk pelebaran jalan, 2,5 meter masuk masuk peta jalan nasional sehingga sisanya sekitar 3,5 meter itulah yang diganti rugi. Tetapi apabila ada bangunan atau pagar yang setelah dicek masih masuk dalam bagian jalan tentu tidak dibayar. 

Anjarwati menambahkan, ke depan masalah pelebaran jalan tidak lagi masuk bidang penataan ruang tetapi di bawah Bidang Bina Marga karena perubahan nomenklatur. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait