#BERITALAMPUNGSELATAN#BAKAUHENI

Pembangunan Bakauheni Harbour City Dimulai dari Menara Siger

Pembangunan Bakauheni Harbour City Dimulai dari Menara Siger
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melihat masterplan Bakauheni Harbour City di menara Siger Bakauheni, Selasa 16 Maret 2021. Lampost/ Aan Kridolaksono.


Kalianda (lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaedi menyampaikan Bakauheni Harbour City yang akan menjadi destinasi pariwisata unggulan di Sumatra dan dibangun di atas lahan seluas 214,6 hektare itu dimulai dari Menara Siger. Rencananya, Menara Siger yang telah menjadi salah satu ikon destinasi di Lampung Selatan akan dikembangkan menjadi  taman tematik, hotel, dan skywalk oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

"Pada 2024 target pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi di Bakauheni ini bisa selesai," kata Gubernur disela sela menyambut kunjungan Wakil Menteri BUMN II  Kartika Wirjoatmodjo di Menara Siger Bakauheni, Selasa 16 Maret 2021.

Pemprov juga telah  menugaskan  PT. Lampung Jasa Utama (Perseroda) sebagai wakil pemerintah Provinsi Lampung dalam pengelolaan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni. Dengan demikian, pengembangan kawasan pariwisata Bakauheni  menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di sektor pariwisata masa depan. 

"Keterlibatan seluruh pihak sangat penting dalam mewujudkan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Sumatera ini," ujar Arinal.

Gubernur juga menyatakan sebanyak 10,4 hektare lahan untuk Bakauheni Harbour City itu akan dilakukan pembebasan lahan dalam waktu dekat. Meski lahan 10,4 hektare belum dikuasai pemerintah, Arinal tetap menegaskan pembangunan kawasan wisata unggulan di Lamsel ditargetkan selesai di tahun ini 

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mendukung  pembangunan dan pengembangan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni. Menurutnya, sebagai alternatif pariwisata yang in line dengan lokasi Greater Jakarta, Banten dan Puncak, Jawa Barat, warga memiliki banyak pilihan lokasi berlibur yang menarik dengan keunikan masing-masing.

"Pembangunan ini membutuhkan waktu yang lama dan lahan yang sangat luas hingga 200 hektare. Untuk itu, saya mohon Pak Gubernur dan Bupati Lampung Selatan membantu proses perizinan dalam pelaksanaannya, termasuk membantu pengamanan di lapangan agar semuanya bisa lancar dan tentunya komunikasi dengan masyarakat," kata Kartika.

Setelah melihat kondisi  disekitar menara siger, Wamen BUMN II dengan didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaedi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Wakil Direktur Utama PT BRI Catur Budi Harto, dan  Hery Gunardi Direktur Keuangan BSI melakukan penanaman pohon mangrove di Dusun Pegantungan Desa Bakauheni. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait