#APBDTubaba#MosiTidakPercaya

Pembahasan APBD Tubaba Tertunda Imbas Mosi Tidak Percaya dari Anggota DPRD

Pembahasan APBD Tubaba Tertunda Imbas Mosi Tidak Percaya dari Anggota DPRD
Rapat Pimpinan DPRD Tulangbawang Barat membahas penyampaikan RAPBD Perubahan 2022 tidak kourum, Selasa 19 Juli 2022. Lampost.co/ Merwan


Panaragan (Lampost.co)-- Pembahasan APBD-P 2022 dan APBD 2023 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bakal terhambat. Pasalnya, gelombang mosi tidak percaya lima fraksi terhadap ketua DPRD setempat masih berlanjut.

Terbukti, sejumlah unsur pimpinan masih enggan menghadiri agenda dewan yang dipimpin ketua DPRD Ponco Nugroho. Salah satunya, rapat pimpinan membahas penyampaian KUA PPAS APBD Perubahan 2022, Selasa 19 Juli 2022.

Dalam rapat tersebut, sekretariat DPRD terpaksa melakukan penjadwalan ulang karena rapat tidak kourum. Rapat yang dipimpin ketua DPRD, Ponco Nugroho tersebut hanya dihadiri wakil ketua II Joko Kuncoro, Nadirsyah, Sukardi dan Gunawan. kelima anggota tersebut perwakilan dari F-PDIP dan F-Nasdem sedangkan unsur pimpinan dari empat fraksi lainnya yang menyampaikan mosi tidak hadir.

Baca Juga : Mosi Tidak Percaya Ketua DPRD Tubaba Tak Pengaruhi Aktivitas Legislatif

"Karena tidak kourum, rapat dijadwal ulang. Harapan kami rapat ke depan dapat kourum karena agendanya sangat penting membahas APBD," ujar Sekwan setempat, Rudi Riansyah, saat ditemui usai rapat tersebut.

Sementara itu, sejumlah unsur pimpinan mengaku enggan menghadiri rapat pimpinan tersebut karena rapat masih dipimpin ketua dewan. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan surat mosi yang sudah dilayangkan kepada pimpinan dewan dan F-PDIP.

 "Kami gak mau datang kalau undangan dan rapat masih dipimpin Ponco Nugroho. Kami akan menghadiri rapat kalau bukan Ponco yang mimpin rapat," ujar salah satu ketua Komisi di DPRD setempat saat dimintai tanggapan terkait rapat tersebut melalui telepon selulernya.

Hal serupa juga dikatakan wakil ketua DPRD setempat, Busroni. Dia mengatakan tidak hadirnya sejumlah unsur pimpinan dewan dalam rapat tersebut karena masih berkaitan dengan mosi tidak percaya terhadap ketua dewan.

"Kalau gak kourum rapat gak boleh dilanjutkan. Kalau saya gak hadir rapat karena lagi ada urusan partai dan membesuk keluarga yang sakit di Bandar Lampung," kata dia.

Dia memastikan lima fraksi tidak akan menghambat pembangunan dan jadwal kegiatan dewan yang telah diangendakan. Sebab, anggota dewan hanya menyampaikan mosi tidak percaya dengan ketua dewan.

"Semua agenda dewan berjalan sesuai yang dijadwalkan. Hanya saja kawan-kawan di dewan tidak mau hadir kalau ada rapat dipimpin pak ketua.  Masalah ini sudah disampaikan dalam rapat paripurna," kata dia.

Menanggapi mosi tersebut, ketua F-PDIP, Nadirsyah mengatakan partai dan fraksi sudah membahas terkait dengan mosi tersebut. Bahkan, kata dia, pengurus partai dan anggota fraksi sudah dua kali diundang DPD PDIP Lampung terkait masalah tersebut.

Namun, untuk keputusan menjadi kewenangan partai ditingkat DPP. "Kami sudah dua kali dipanggil DPD. Sebagai ketua fraksi saya gak bisa memberikan komentar banyak karena semua kewenangan menjadi keputusan DPP," ujar Bendahara DPC PDIP Tubaba ini. 

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait