#beritalampura#pakanternak#kemarau

Pemanfaatan Limbah Pertanian Atasi Kelangkaan Pakan di Musim Kemarau

Pemanfaatan Limbah Pertanian Atasi Kelangkaan Pakan di Musim Kemarau
Ilustrasi. Foto: Dok


KOTABUMI (Lampost.co) -- Minimnya ketersediaan pakan hijau bagi hewan ternak saat musim kemarau saat ini sering menjadi masalah klasik yang dialami bagi peternak. Baik usaha ternak kecil seperti kambing, maupun ternak besar, yakni sapi dan kerbau.

Hanya saja dengan pemanfaatan limbah pertanian, kesulitan pakan ternak tersebut dapat teratasi. Peternak, warga Desa Kembang Tanjung, Kecamatan Abung Semuli, Subur Rasmanto, mengatakan pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami maupun daun kering yang banyak betebaran di wilayah Lampura dapat menjadi solusi mengatasi minimnya ketersediaan pakan hijau ternak di lapangan yang jumlahnya sangat terbatas di musim kemarau.

Hanya saja untuk pemanfaatannya, peternak mesti memahami metode fermentasi pakan berbahan dasar limbah pertanian tersebut agar pakan dapat di simpan lebih lama. "Metode itu, selain pakan dapat disimpan dalam jangka waktu lama berkisar 4 - 7 bulan, nilai gizi pakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemberian secara langsung. Sebab, adanya aktivitas bakteri saat fermentasi yang akan mengurai serat kasar pakan agar dapat lebih mudah dicerna hewan ternak" ujarnya, Minggu, 1 September 2019.

Secara umum, lanjut dia, metodenya peternak mesti mencampur limbah pertanian yang akan digunakan sebagai pakan ternak dengan mikro organisme lokal (MOL), bekatul dan air gula atau tetes tebu.

"Dengan metode penyimpanan secara fermentasi, selain dapat dimanfaatkan sebagai stok pakan untuk beberapa bulan kedepan, melalui cara tersebut peternak tidak perlu setiap hari pergi mencari hijauan pakan ternak. Sebab ketersediaan pakan selalu ada bila sewaktu-waktu dibutuhkan," kata dia.

EDITOR

Yudhi Hardiyanto

loading...




Komentar


Berita Terkait