#gasbumi#kawasanindustri

Pemanfaatan Gas Bumi akan Dikembangkan ke Kawasan Industri Luar Jawa

Pemanfaatan Gas Bumi akan Dikembangkan ke Kawasan Industri Luar Jawa
Ilustrasi penyaluran gas di kawasan industri. Antara/Risky Andrianto


Jakarta (Lampost.co) -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen mendorong daya saing industri nasional dengan meningkatkan pemanfaatan gas bumi. Dengan portofolio pasokan terkontrak dengan pemasok di hulu sekitar 1.000 british thermal unit per day (BBTUD). PGN diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi di kawasan industri.


Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto, mengatakan PGN akan mendukung pengembangan kawasan industri baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 di luar Pulau Jawa selaras dengan program gasifikasi pembangkit listrik dan Permen ESDM 13/2020.

"Target PGN dalam jangka pendek segera melaksanakan joint study bersama pengelola kawasan industri untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi dan moda transportasinya di kawasan itu. Saat ini Indonesia juga memasuki era LNG, sehingga infrastruktur pendukung seperti virtual pipeline dapat dibangun untuk menjangkau wilayah Indonesia Timur secara lebih luas," ujar Haryo dalam keterangan resmi, Jumat, 4 Juni 2021.

Hingga kini, PGN menyalurkan gas ke 75 kawasan industri di Indonesia. Penyaluran tersebut tersebar di 14 kawasan industri di Sumatra, 42 kawasan industri di Jawa Barat, serta 19 kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Jumlah pelanggan industri yang dilayani sebanyak 636 industri dengan volume sebesar 236 billion BBTUD. Beberapa sektor industri yang menyerap volume besar adalah petrokimia, industri logam dan baja, keramik, kaca atau glassware, pulp and paper, tekstil hulu.

Penyaluran tersebut sejalan dengan target Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menciptakan 156 kawasan industri dengan jumlah lahan 65 ribu hektare (ha) hingga akhir 2021.

"PGN terus mendorong agar kerja sama dengan kawasan industri dapat segera terealisasi, khususnya di wilayah Indonesia timur. Mengingat hingga kini, kawasan industri di Indonesia masih dominan di wilayah Indonesia bagian barat," jelas Haryo.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait