#ligaindonesia#pandemi

Pemain Liga 1 Surati Jokowi Keluhkan Lama Menganggur

Pemain Liga 1 Surati Jokowi Keluhkan Lama Menganggur
Ilustrasi/Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Para pemain profesional pewakilan setiap klub peserta Liga 1 melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka memohon Jokowi kembali membukakan jalan digelarnya kompetisi musim 2021-2022.

Bukan tanpa sebab, para pemain tersebut terlalu lama menganggur dan membuat mereka kehilangan pekerjaannya. Pasalnya, kompetisi Liga 1 memang telah terhenti sejak Maret 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Untuk itu, para pemain yang dinaungi Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) pun memutuskan melayangkan surat kepada Presiden Jokowi. Harapannya dengan surat tersebut pemerintah bisa mempertimbangkan kembali mengizinkan Liga 1 bergulir.

"Izinkan kami para pesepak bola profesional menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak adanya kompetisi sepak bola. Mungkin Bapak mendengar dan melihat tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu di media sosial beberapa hari kemarin. Tagar tersebut inisiasi kami, sebagai bentuk suara kami yang memang apa adanya.," bunyi petikan surat tertanggal 26 Juli 2021.

"Profesi pesepak bola dianggap profesi dengan penghasilan besar, penuh kemewahan dan ketenaran. Karena itulah kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan yang pemerintah berikan. Namun Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika16 bulan ini tidak ada penghasilan, pemotongan gaji, pemutusan kontrak sepihak, serta belum ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum jelas," lanjut petikan surat tersebut.

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia memang membuat kompetisi Liga 1 mati suri. Para pemain sempat merasakan euforia sekejap dengan tampil di turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Namun, hal itu dirasa masih kurang cukup karena turnamen hanya digelar sekitar satu bulan.

Tak seperti kompetisi Liga 1 yang memiliki durasi lebih lama dan digelar berkala. Sehingga jika terlalu lama menganggur, dampaknya tentu akan sangat terasa kepada para pemain. Mengingat rentang usia profesi pesepak bola profesional tak sepanjang profesi lainnya.

"Bapak Presiden, profesi pesepak bola adalah profesi yang cukup berbeda dengan profesi lainnya. Kami tidak memiliki jangka waktu karier yang panjang. Banyak dari kami yang hanya memiliki karier 10 tahun, syukur ada yang bisa sampai 15 tahun. Maka ketiadaan dua tahun kompetisi sangat memprihatinkan bagi kami," petikan lainnya dari surat tersebut.

Sejauh ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 berencana menggelar kompetisi 20 Agustus 2021. Namun LIB masih menunggu 'lampu hijau' dari pemerintah untuk menggelar Liga 1 2021-2022 di tengah pandemi Covid-19.

Sejumlah protokol pun telah dipersiapkan LIB untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Mulai pengecekan stadion yang akan dipakai, penjadwalan dan penentuan format kompetisi, akomodasi dan transportasi klub, dan lainnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait