#ekonomi#umkm#ekspor#pasarglobal@pasaraustralia

Peluang dan Tantangan UMKM Tembus Pasar Australia

( kata)
Peluang dan Tantangan UMKM Tembus Pasar Australia
FESyar virtual yang digelar Bank Indonesia. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Australia menjadi salah satu negara tujuan ekspor sejumlah produk, seperti tembakau, kayu dan bubuk kayu, komponen elektronik, peralatan industri, dan pakaian. Untuk bisa menembus pasar Negeri Kanguru tersebut harus mengerti tentang tata cara mengekspor barang.

Penjelasan tata cara untuk mengekspor barang ke Australia terpapar dalam kegiatan FESyar virtual yang diadakan Bank Indonesia, Minggu, 20 September 2020. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan eksportir agar barangnya bisa diterima.

“Untuk melakukan ekspor produk ke Australia ada beberapa langkah, pertama harus mengenali produk Anda secara detail. Jadi kita harus mengetahui bahan baku, cara pembuatan, alat yang digunakan, harga yang ditawarkan. Baru selanjutnya yang perlu diperhatikan ialah adanya etika bisnis. Jadi sebagai eksportir harus mengenali calon rekanan bisnis Anda, amati etika bisnisnya,” kata salah satu pembicara, Kepala IPTC Sidney, Australia, Ayu Siti Maryam.

Kemudian yang ketiga, memahami aturan yang berlaku. Jadi sebagai eksportir harus mempelajari aturan hukum yang berlaku untuk produknya sendiri, misalnya apakah terdapat ketentuan ekspor untuk produk tersebut, apakah ada perjanjian dagang atau berapa biaya yang masuk untuk produk tersebut.

Berita terkait: Juru Jitu UMKM Syariah Tembus Pasar Global 

Lalu yang keempat, memperhatikan sertifikat dan label yang bentuknya harus dalam bahasa Inggris. Kemudian mencantumkan country of origin atau negara asalnya, daftar nutrisi yang ada di dalamnya kandungan barangnya, sertifikasi yang sudah dibuat, kemudian true description, dan harus ada alamat eksportir dan importir.

Selanjutnya yang kelima, persiapkan commercial contracts yang berisi hak dan kewajiban supplier dan bayar. “Ini berisikan delivery time, table price, invoicing, dan payment term. Kemudian insurance and product liability, wanprestasi dan force majeure dan dispute resolution. Persiapan moda transportasinya bisa melalui udara atau laut dan harus dikalkulasikan biayanya,” ujarnya.

Hal yang wajib diperhatikan untuk label produk makanan ialah mencantumkan negara asal, kandungan nutrisi, komposisi, dan kandungan alergen. Kandungan alergen ini sangat penting karena bisa saja makanan ini tidak bisa dimakan orang yang alergi pada sesuatu kandungan di dalam makanan tersebut.

“Sampai saat ini adapun tantangan produk Indonesia di pasar Australia, pertama dianggap terlalu kecil, non-tariff barriers, kualitas produk, konsistensi kemasan,” katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar