#antigen#bandarlampung#covid-19

Pelayanan Antigen di Kantor Damri Lampung Belum Miliki Izin

Pelayanan Antigen di Kantor Damri Lampung Belum Miliki Izin
Suasana pelayanan rapid antigen di kantor Damri cabang Lampung, Kamis, 13 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelayanan Rapid Tes Antigen di Kantor Cabang Damri Lampung Jalan Kapten Abdul Hak, Rajabasa, yang digelar oleh Klinik Pratama Husada Rawat Jalan Mubarak belum memiliki izin dari dinas kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung. 

Kabid Pelayanan Kesehatan Kota Bandar Rosmini Sipayung  mengatakan, klinik tersebut belum memiliki surat rekomendasi penambahan pelayanan berupa rapid tes Antigen dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung.

"Mereka bilang ada izin dari Kementerian Perhubungan. Seharusnya meminta rekomendasi dari Dinas Kesehatan Bandar Lampung," kata Rosmini melalui telepon, Kamis, 13 Januari 2022.

Setelah diperiksa, Rosmini membenarkan klinik tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Namun, lanjut Rosmini, pihak klinik seharusnya juga meminta izin ke Dinas Kesehatan Bandar Lampung.

Ia melanjutkan klinik tersebut boleh memberikan pelayanan rapid Antigen pada fasilitas yang ada, tapi tetap harus memiliki rekomendasi dari dinas kesehatan tempat pelayanan berdiri.

"Harusnya minta izin lagi ke dinas kesehatan. Itu kan sudah pelayanan tambahan. Kok malah ada rekomendasi dari pihak lain, dari Kementerian Perhubungan. Harusnya dari dinas kesehatan," ujar Rosmini.

Baca juga: Pemalsu Surat Antigen Berkedok Biro Travel di Bandar Lampung Digerebek Polisi

Berdasarkan penelusuran, pelayanan rapid tes Antigen di Kantor Cabang Damri Lampung itu dijalankan oleh Klinik Pratama Husada Rawat Jalan Mubarak yang beralamat di Candimas dua, Gang Sepakat, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Pelayanan Rapid Test Antigen itu berjalan kira-kira satu tahun.

Perawat Nailul membenarkan pelayanan rapid tes Antigen itu milik Klinik Mubarak yang beralamat di Natar, Lampung Selatan. Untuk biaya rapid tes Antigen satu orang dikenakan biaya Rp80 ribu. Hasil tes-nya dalam waktu 10 sampai 15 menit bisa keluar. 

"Saya bekerja di sini sudah lima bulan. Dari klinik Mubarak Husada di Natar di Candimas. Warga cukup menunjukkan identitas KTP agar bisa di Rapid Test,"katanya.

Perawat Klinik Pratama lainnya, Yayan, mengatakan, pemilik klinik yakni Dr. Dian Elawati tidak berada di kantor. Menurutnya, sang dokter ada urusan keluarga sampai Sabtu depan.

"Dokternya hari ini tidak ada. Beliau sedang ada urusan keluarga hingga Sabtu, 15 Januari 2022. Senin sampai Kamis tugas di Puskesmas Jatimulyo," ujar Yayan.

Di sisi lain, wartawan lampost.co mencoba menghubungi Pemilik Klinik Pratama Husada Rawat Jalan Mubarak Dian Elawati. Namun, hingga berita ini diturunkan, sang dokter belum bisa merespons. Meski ponselnya dalam keadaan aktif, dia tidak mengangkat telepon.

Asisten Manager Damri Cabang Lampung Parlin Sipayung mengatakan telah mengirimkan surat pada 6 Januari 2022 kepada Klinik Mubarak untuk menyelesaikan administrasi sesuai prosedur. Ia menyebut kerja sama dengan klinik Mubarak itu sudah berjalan sekitar satu tahun.

"Sudah kami layangkan surat ke klinik tersebut. Saat ini aktivitas sudah dihentikan hingga proses administrasi selesai,"katanya. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait