#olimpiade2020#bulutangkis
Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Pelatih Minta Anthony Ginting Tak Remehkan Lawan di Semifinal

Pelatih Minta Anthony Ginting Tak Remehkan Lawan di Semifinal
Anthony Sinisuka GInting. Foto:Dok/NOC Indonesia


Jakarta (Lampost.co) -- Pelatih bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Hendry Saputra Ho mengingatkan Anthony Sinisuka Ginting agar tidak meremehkan Chen Long yang bakal menjadi lawannya di semifinal Olimpiade Tokyo pada Senin, 2 Agustus mendatang.
 
Di atas kertas, Anthony diketahui unggul 8-6 dalam catatan pertemuan dengan Chen Long. Pertemuan terakhir mereka terjadi di BWF World Tour Finals 2019 dan Anthony keluar sebagai pemenang dengan skor straight game, 21-15 dan 21-15.
 
"Meski Anthony unggul, kami tidak bisa bilang pasti menang (lawan Chen). Tapi kami harus pelajari perubahan Chen, kondisi fisiknya dan perubahan lainnya agar kami bisa menentukan strategi yang tepat," kata Hendry dalam keterangan resmi KOI, Sabtu, 31 Juli 2021.

Baca: Greysia/Apriyani Melaju ke Final Olimpiade Tokyo

 

Hendri melanjutkan, persiapan yang dilakukan harus matang mengingat semakin tinggi babak yang dilakoni maka lawan yang dihadapi pasti semakin sulit. Terlebih, semua atlet pasti mengeluarkan kemampuan terbaik pada ajang Olimpiade 
 
"Pasti kami senang ada wakil lagi di semifinal. Semua pemain pasti ingin tampil maksimal di Olimpiade, bukan hanya juara saja. Tapi, memberikan penampilan terbaik," Hendry mengungkapkan.
 
Anthony memastikan tiket semifinal setelah menaklukkan unggulan ketiga asal Denmark Anders Antonsen dengan skor 21-18, 15-21, 21-18 pada perempat final, Sabtu 31 Juli. Pertandingan keduanya berlangsung ketat selama 79 menit.
 
Sementara itu, Chen yang berasal dari Tiongkok juga harus susah payah melewati perempat final ketika menundukkan Chou Tien Chen asal Taiwan. Saat itu, aga baru dia selesaikan dengan skor 21-14, 9-21, 21-14 dalam tempo 1 jam 15 menit.
 
Kesuksesan Anthony melewati perempat final menjadikannya sebagai pebulu tangkis tunggal putra pertama Indonesia yang lolos ke semifinal Olimpiade setelah Taufik Hidayat pada 17 tahun silam. Tapi, Taufik bisa meneruskan tren positif itu dengan menjadi juara. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait