#kekayaanintelektual#pelanggaran

Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual Makin Marak

Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual Makin Marak
Sosialisasi pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual di Hotel Bukit Randu, Kamis 16 Juni 2022. Lampost.co/ Delima N Napitupulu


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Kondisi pelanggaran hak kekayaan intelektual merajalela, salah satunya dalam penggunaan merek terkenal secara ilegal yang makin marak.


Kakanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi mengatakan kondisi itu timbul karena minimnya kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual.

"Banyak toko di kota-kota besar yang menamai diri factory outlet dengan konsumen masyarakat menengah ke atas, dengan leluasa bertransaksi barang yang sebenarnya palsu tapi terkesan dilegalkan dengan menyebut barang tersebut dengan KW 1 atau KW 2," kata Edi dalam sosialisasi pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual di Hotel Bukit Randu, Kamis 16 Juni 2022.

Ia menilai pembajakan hak cipta sampai kejahatan pelanggaran paten makin mengkhawatirkan.

"Praktik semacam itu menghambat pengembangan usaha di dalam negeri juga merugikan konsumen. Pelaku usaha nakal yang memproduksi dan menjual barang palsu makin berani, padahal jelas melanggar hak kekayaan intelektual," ujarnya.

Edi mengatakan situasi tersebut disebabkan oleh minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang hak kekayaan intelektualintelektual. Karena itu, penting mengedukasi dan menyosialisasikan pentingnya penghargaan dan pendaftaran inovasi terhadap masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera mendaftarkan hak kekayaan intelektual untuk mendapatkan perlindungan hukum. Pelanggaran hukum atas kekayaan intelektual masuk kategori sengketa perdata dan pidana. Pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap kreator yang menghasilkan karya.

Edi berharap UMKM di Lampung mampu bersaing dalam dunia usaha secara sehat sejalan dengan meningkatnya semangat masyarakat untuk berinovasi sesuai UU. "Ketahanan UMKM amat penting karena memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi itu diikuti 150 peserta dari berbagai latar di antaranya pelaku usaha, akademisi, media massa, hingga perhotelan.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait