#izinusaha

Pelaku Usaha Rumahan di Mesuji Miliki Izin Masih Rendah

Pelaku Usaha Rumahan di Mesuji Miliki Izin Masih Rendah
Dinas Kesehatan dan Perizinan Satu Pintu Mesuji memberikan penyuluhan keamanan pangan. Lampost.co/Ridwan Anas


Mesuji (Lampost.co) -- Kesadaran para pelaku usaha industri rumah tangga yang berada di Mesuji untuk memiliki izin produknya masih sangat rendah. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Mesuji hingga Rabu, 12 Februari 2020, dari 245 industri rumah tangga, baru 92 yang memegang izin produk industri rumah tangga (PIRT).   

Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Mesuji, Kusnandar, menjelaskan dalam upaya menjaring pelaku usaha rumahan agar bisa memiliki izin, pihaknya terus melakukan penyuluhan. "Data yang terdapat di Dinkes Mesuji ada 245 industri rumah tangga, tapi yang sudah memiliki izin PIRT baru 92 orang. Untuk itu, kami sangat mengharapkan semua masyarakat Mesuji yang membuka usaha IRT untuk memiliki izin PIRT untuk semua produknya. Salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan melakukan penyuluhan keamanan pangan ini," ujarnya, Rabu, 12 Februari 2020. 

Dia menyatakan penyuluhan bertujuan agar pelaku usaha bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana cara memproduksi produk pangan yang benar dan bisa diterapkan dalam usaha mereka. Penyuluhan juga merupakan salah satu syarat keluarnya izin PIRT.

“Setelah penyuluhan ini, kami akan melakukan langkah selanjutnya dengan menurunkan tim dari Dinkes untuk pemeriksaan lapangan ke tempat usaha tersebut agar bisa mendapatkan sertifikat layak higienis yang merupakan salah satu syarat keluarnya izin PIRT," katanya.

Sekretaris Dinas Perizinan Satu Pintu Mesuji, Arif Ariyanto, menerangkan jika pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik. "Setiap segala sesuatu yang berupa perizinan, muara awal dan akhirnya di Dinas Perizinan Satu Pintu. Begitupun pengurusan izin makanan. Semua izin yang dikeluarkan kami akan layani dengan semaksimal mungkin," ujarnya.

Di sisi lain, Dian Kurniasari, pemilik olahan makanan dengan merek dagang JJ Donat, mengatakan adanya pelatihan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mengolah makanan dengan baik. "Dalam mengurus izin pun tidak memakan waktu banyak dan semuanya serbamudah. Dengan memiliki izin, kami berupaya agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen atas apa yang kami sajikan," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait