#pariwisata#wisata#ekbis#beritalampung

Pelaku Usaha Pariwisata Diminta Yakinkan Wisatawan Soal Penerapan Protap Kesehatan

( kata)
Pelaku Usaha Pariwisata Diminta Yakinkan Wisatawan Soal Penerapan Protap Kesehatan
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana di Posko Satgas Gugus Tugas Terpadu Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Senin, 1 Juni 2020.

Bandar Lampung (Lampost.co): Sektor usaha dan pariwisata akan terus menjalankan roda perekonomiannya di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan cara new normal atau tatanan hidup baru. Para pelaku usaha juga diminta untuk menyakinkan masyarakat bahwa di tempat usahanya mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana mengatakan bahwa pembukaan tempat wisata pada 6 Juni 2020 masih dalam kajian.

Ia mengatakan kajian epistemologi Covid-19 diperlukan sebelum diterapkan pembukaan tempat wisata. Ia juga meminta kepada pelaku usaha untuk tidak gegabah memberikan pelayanan kepada masyarakatnya, protap kesehatan harus diutamakan.

Baca juga: Dibuka 6 Juni, Destinasi Wisata Diminta Kedepankan Protap Kesehatan

"Protokol kesehatan paling utama, bila pariwisata maka protokol kesehatan juga harus dilihat seperti apa. Pelaku usaha juga diminta menyakinkan masyarakat protap seperti apa yang dilakukan pihaknya, lakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya di Posko Satgas Gugus Tugas Terpadu Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Senin, 1 Juni 2020.

Reihana mengatakan bahwa protokol kesehatan standar yang bisa dilakukan untuk masyarakat seperti wajib menggunakan masker, pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk, cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir atau pakai handsinitizer, dan jaga jarak.

"Kalau kita patuh, insyallah kita bisa melakukan pengendalian Covid-19. New normal jugakan sebagai lifestyle kita yang baru. Masker juga bentuknya bermacam-macam bisa untuk fashion, jadi kita lebih suka pakai masker," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar