#umkm

Pelaku UMKM di Lamsel Mengaku tak Pernah Dibantu Pemerintah

Pelaku UMKM di Lamsel Mengaku tak Pernah Dibantu Pemerintah
Pelaku UMKM Lalat Hitam sedang memperlihatkan pengembangbiakan yang akan dijadikan bibir maggot. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) mengeluh karena tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah. Bahkan, mereka juga menyebut tidak pernah menjadi sasaran kunjungan dinas terkait dalam setahun terakhir.

Para pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha tahu dan tempe, pengrajin gerabah, ternak puyuh, jamur ayam petelur, ternak kambing, pengrajin akuarium hias, pembuat sangkar burung, dan lainnya tersebut menagih rasa kepedulian para pemangku kebijakan.  

"Enggak ada bantuan apapun. Padahal kami ini penggerak perekonomian di desa. Banyak tenaga kerja yang terserap dari usaha kami, tetapi bentuk kepedulian sampai sekrang tidak pernah kami rasakan," kata Mirahati, salah satu pengrajin tahu dan tempe di Natar, Minggu, 19 September 2021.

Baca: UMKM Lampung Go Internasional

 

Senada, pemilik usaha ternak puyuh, Saipul juga mengaku tak pernah dikunjungi, terlebih mendapatkan bantuan dari pihak terkait sejak bertahun-tahun ia mendirikan usahanya itu. 

"Sebetulnya usaha kami ini perputaran ekonomi yang sangat cepat, karena setiap harinya kami jual telur hasil ternak," kata dia. 

Begitu juga yang dikatakan pemilik usaha ternak ayam petelur, Kasmani. Dia mengaku, di tengah anjloknya harga telur seperti sekarang ini pun dia menilai belum ada solusi yang ditawarkan pemerintah.  

"Bayangkan kan saja, harga pakan setiap saat naik, tetapi tidak ada solusi. Harga telur turun drastis. Harusnya pemerintah atau dinas terkait meninjau dan memberikan solusi," kata dia. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kesenian dan Kerajinan Lampung wilayah Natar, Nasarudin menjelaskan, UMKM rumahan seperti ini mestinya lebih diperhatikan mengingat perekonomian masyarakat akan sangat terbantu dari setiap usaha yang digeluti. 

Di Kecamatan Natar, kata dia, keberadaan UMKM sudah cukup lengkap. Pemerintah harus mendukung iktikad para pelaku UMKM dalam melakukan pengangguran di tingkat desa.

"Bayangkan saja, mereka bekerja sendiri, modal juga kecil. Tetapi, sudah bisa menghidupkan perekonomian, bahkan ada yang memiliki karyawan lebih dari 20 orang. Ini artinya mereka penggerak ekonomi, mengurangi pengangguran, dan kemiskinan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait