#sara#ujarankebencian

Pelaku Ujaran Kebencian Suku di Lampung Timur Minta Maaf

Pelaku Ujaran Kebencian Suku di Lampung Timur Minta Maaf
RS (24) menyampaikan permohonan maaf dalam konfrensi pers tentang pengungkapan kasus pelanggaran undang-undang informasi dan transkasi elektronik (ITE), di Mapolres Lamtim, Selasa, 26 Oktober 2021. Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co) -- Pelaku ujaran kebencian dan merendahkan salah satu suku, RS (24), meminta maaf kepada seluruh tokoh adat dan masyarakat Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Permintaan maaf warga Kecamatan Pasir Sakti tersebut disampaikan dalam konfrensi pers tentang pengungkapan kasus pelanggaran undang-undang informasi dan transkasi elektronik (ITE), di Mapolres Lamtim.

Pada konfrensi pers yang dipimpin Kapolres Lamtim, AKBP Zaky Alkazar Nasution tersebut, tersangka RS menyampaikan permohonan maafnya karena telah mencela dan mencaci maki salah satu suku yang ia unggah di Facebook.

“Karena itu saya minta maaf dan berharap semoga dibukakan pintu maaf untuk saya,” kata RS, Selasa, 26 Oktober 2021. 

Baca: Warga yang Menjelekkan Suku Tertentu di Medsos Ditangkap

 

Kapolres Lamtim, AKBP Zaky Alkzar Nasution menjelaskan, tersangka RS ditangkap di tempat persembunyiannya di wilayah Ciledug, Tangerang Selatan, pada Minggu, 24 Oktober 2021, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Aksi tersangka RS tersebut dilaporkan korban bernama Siswanto, warga Kecamatan Pasir Sakti pada 19 Oktober 2021. Pasalnya, tersangka menggunakan akun dan foto profil atas nama dirinya saat memposting hujatan berbau SARA tersebut," kata Kapolres. 

Menurut korban, ujaran kebencian terhadap salah satu suku itu telah diposting tersangka sebanyak tiga kali selama Januari 2021. Korban melapor karena kerap mendapat telepon dari berbagai pihak yang merasa telah dirugikan atas postingan tersebut. 

"Selain itu korban juga sempat diancam tersangka melalui WhatsApp pada 1 Oktober 2021," kata dia. 

Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal  51, 45 a dan 45 b, Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait