#hukum#sodomi

Pelaku Sodomi 11 Anak Ditangkap

Pelaku Sodomi 11 Anak Ditangkap
Ilustrasi.Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung menangkap IS, warga Way Halim, pelaku sodomi dengan korbannya sekitar 11 anak. Tersangka ditangkap di kediamannya, pada Jumat malam, 6 November 2020.

Berdasarkan informasi yang didapat Lampost.co, saat ini aparat masih memeriksa pelaku. "Iya ditangkap di kediamannya," ujar sumber Lampost.co, Jumat malam, 6 November 2020.

Namun, hingga kini belum ada jawaban resmi dari Polresta Bandar Lampung.

Sebelum adanya informasi penangkapan, Polresta Bandar Lampung menyatakan secara maraton masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan asusila (sodomi) terhadap 11 anak di bawah umur dengan terlapor IS maupun perkara asusila dengan korban TA (14)  yang dicabuli sejak lima bulan terakhir.

Usai memeriksa beberapa saksi, termasuk lima saksi korban sodomi aparat segera melakukan gelar perkara guna menentukan apakah ada tersangka atau tidak, termasuk tindak pidana dan pasal apa yang disangkakan untuk pelaku.

"Masih terus berproses, alat bukti kami kumpulkan. Ini segera kita gelar perkara untuk menentukan status terlapor," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana, Jumat siang, 6 November 2020.

Ditanya total saksi secara rinci dan apakah alat buki tercukupi, Resky belum bisa memaparkan secara rinci. "Terkait teknis penyidikan belum bisa rinci, tapi segera kami gelar perkaranya, termasuk yang asusila korban gadis 14 tahun," ujarnya.

Sementara, berdasarkan data di Mapolresta Bandar Lampung, tindak pidana asusila dengan korban anak di bawah umur cukup fluktuatif.

Pada 2018 ada 11 perkara dan bertambah enam kasus pada 2019. Sedangkan pada 2020, Januari hingga November total ada 10 perkara. "Mayoritas sudah selesai kami tangani," katanya.

Berita terkait: Hukum Berat Predator Anak agar Ada Efek Jera

Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung masih terus mencari alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi, terkait dua tindak pidana asusila tersebut. "Kami sudah menerima dua LP dan masih lakukan penyelidikan untuk membuktikan fakta perbuatan pidana apa yang sedang terjadi. Kami masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, di antaranya psikologi, LPA Bandar Lampung, dan pihak lainnya," ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung.

Sejak Rabu, 4 November 2020, secara bertahap Polresta telah memintai keterangan para korban. Polresta menyebutkan sudah lima anak (korban) yang dimintai keterangan.

"Dari informasi yang didapat baik dari media ataupun fakta, ada 11 anak (korban) dan untuk saat ini ada lima anak yang terklarifikasi. Kami memilah dari masing-masing anak, pidana apa yang telah dilakukan pelaku," ujarnya.

Begitu juga dengan perkara asusila T (14) masih dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan beberapa saksi. "Masih tahap penyelidikan semua. Kami upayakan secepatnya pidana apa yang terjadi, berikutnya (bila cukup alat bukti), akan tetapkan tersangka," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait