#persekusi#natal#videoviral

Pelaku Persekusi di Gereja GPI Tulangbawang Ditetapkan Tersangka

Pelaku Persekusi di Gereja GPI Tulangbawang Ditetapkan Tersangka
Tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa, 18 Januari 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung menetapkan IM (45), warga Kampung Banjaragung, Kabupaten Tulangbawang sebagai tersangka tindak pidana penghasutan.

Kasubdit I Kamneg Polda Lampung, AKBP Dodon Pryambodo menjelaskan, tersangka ditahan karena terbukti menghasut warga untuk menghalangi peribadatan umat Kristiani di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI), Kampung Banjaragung, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.

"Tersangka telah melakukan penyegelan gereja dan menghalangi pelaksanaan ibadah sebanyak tiga kali sejak 2018 hingga 2021," kata dia, Selasa, 18 Januari 2022. 

Baca: Menag Sesalkan Perselisihan Warga saat Perayaan Natal

 

"Puncaknya pada 25 Desember 2021, tersangka bersama warga lainnya mendatangi gereja saat pelaksanaan ibadah Natal," sambung Dodon.

AKBP Dodon menjelaskan, tersangka melarang jemaat beribadah dengan dalih Surat Keputusan Bersama (SKB) Dua Menteri (Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) Nomor 8 dan 9 tahun 2006.

Dalam SKB itu disebutkan bahwa pendirian rumah ibadah harus mendapat dukungan setidaknya 60 warga setempat dan harus ada rekomendasi tertulis dari Kepala Kantor Departemen Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat.

"Tentu tidak dibenarkan karena bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Pasal 28 dan 29 ayat 2," katanya.

Polda juga sudah memeriksa 22  saksi dari pihak gereja dan sembilan orang dari kalangan pemuda sekitar, 

Dia menambahkan, dalam penanganan perkara tersebut pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang yang diduga terlibat, pihak pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat sejumlah tiga orang, pembuat surat dua orang.

"Baru satu yang ditetapkan tersangka. Kemungkinan bakal ada tersangka lainnya, tetapi saat ini kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Tersangka IM dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 14 ayat 1 UU 1945, Pasal 160 KUHPidana, Pasal 158 KUHPidana, dan Pasal 175 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait