#perdaganganmanusia#perlindungananak

Pelaku Perdagangan Manusia Disebut Melihat Kelemahan Korban untuk Dirayu

Pelaku Perdagangan Manusia Disebut Melihat Kelemahan Korban untuk Dirayu
Unbound Indonesia bersama Laboratorium Analisis Kebijakan Publik Fisip Unila gelar Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Jumat, 3 Juni 2022. Lampost.co/Andre


Bandar Lampung (lampost.co) -- Unbound Indonesia, organisasi yang berfokus pada advokasi dan pencegahan perdagangan manusia, menyebut korban perdagangan manusia (human trafficking) diincar dari kelemahannya untuk dirayu, seperti kebutuhan yang tidak terpenuhi.

"Sandang, pangan, papan, itu tiga kebutuhan yang pasti dibutuhkan manusia. Pelaku mengiming-imingi mereka dengan mencukupi kebutuhannya untuk menjebak," kata Program Director Unbound Indonesia Tesa pada Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, di Gedung Pasca Sarjana Fisip Unila, Jumat, 3 Juni 2022.

Menurutnya, ada tiga hal yang dapat dibilang human trafficking, yakni berupa ancaman, tipuan, dan paksaan. Seseorang diancam untuk dipaksa melakukan sesuai keinginan pelaku. 

Lalu juga mereka ditipu dari awal dengan janji, seperti pekerjaan yang baik, tetapi malah menjadi perdagangan seks. Terakhir ada paksaan untuk melakukan perbuatan yang dilakukan dengan terpaksa dan ancaman.

"Perdagangan manusia targetnya satu orang, maka ia akan ikutin sampai dapet," katanya. 

Selain itu mereka menjebak korban untuk diperdagangkan dengan cara grooming untuk mempercantik langkahnya melakukan aksi. 

"Seperti mencari korban, membangun kepercayaan, memenuhi kebutuhan korban, mengisolasi, mengeksploitasi, dan mempertahankan kontrol mereka atas korban mereka," katanya. 

Terakhir ia mengatakan jika membicarakan perdagangan manusia berbicara permintaan dan penawaran.

"Seperti perdagangan seks dalam hal ini pornografi sebagai eksploitasi dan menginstruksikan untuk membentuk keinginan-keinginan seksual yang diminta pembeli," pungkasnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait