#KRIMINAL#BERITALAMSEL

Pelaku Penodongan di Lintas Timur Ketapang Ditembak

Pelaku Penodongan di Lintas Timur Ketapang Ditembak
Anggota Polsek Penengahan menangkap pelaku penodongan di lintas timur Ketapang -- Dok Polsek Penengahan


Kalianda (Lampost.co) -- Tim Reskrim Polsek Penengahan kabupaten Lampung Selatan, menembak satu dari dua pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) atau penodongan di lintas timur Ketapang.

Saat ditangkap, Abidin (21), warga Desa Ruguk RT001/RW001, Kecamatan Ketapang sedang pesta minuman keras jenis vigour dan tuak di Dusun Muarabakau, Desa Bakauheni, Senin, 24 Mei 2021 sekitar pukul 00.30 WIB. Ia mencoba melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Polisi melepaskan tembakan dan satu peluru bersarang di kaki kiri residivis curas tersebut.

"Dari hasil interogasi, pelaku Abidin juga mengaku biasa melakukan pemalakan di jalinpantim Gunung Pancong bersama temannya berinisial KM yang saat ini masih kami buru," kata Kapolsek Penengahan Iptu Setyo Budi didampingi Kanitreskrim Ipda Suyitno di Mapolsek Penengahan, Senin, 24 Mei 2021.

Menurutnya, penangkapan terhadap pelaku penodongan ini berdasarkan laporan korban sopir truk Abdul Rahmad (23), warga Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang. Aksi kejahatan jalanan itu terjadi pada 19 Agustus 2020. 

Malam itu truk cold diesel korban yang melintasi jalinpantim depan eks Pos PJR Desa Ruguk, dihadang sepeda motor Yamaha Vixion tanpa nopol warna merah yang dikendarai oleh dua orang tak dikenal dengan menghunus senjata tajam jenis golok.

"Saat dipalak, korban sudah memberi uang Rp50 ribu. Tetapi, pelaku marah dan membacok kaca pintu kiri dan kanan truk hingga pecah.  Setelah itu, pelaku kabur dengan uang hasil rampasan Rp200 ribu dan ponsel merek Xiomi milik korban,"ujar Iptu Setyo Budi.

Pengembangan dilakukan selama sembilan bulan dan pengungkapan kasus tersebut atas bantuan informasi dari masyarakat. Kapolsek menjelaskan setelah mendapat informasi dari masyarakat, tim reskrim bergerak cepat untuk melakukan penangkapan. 

"Pelaku ditangkap saat sedang pesta miras di Muarabakau," katanya.  

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp200 ribu dan sebilah golok tanpa sarung yang digunakan pelaku saat melakukan penodongan. Pelaku bakal dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. 



 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait