#beritalampung#beritapringsewu#kriminal

Pelaku Penipuan Modus Gadai Sawah di Pringsewu Diamankan Polisi

Pelaku Penipuan Modus Gadai Sawah di Pringsewu Diamankan Polisi
Pelaku penipuan berinisial AM di amankan polisi. Dok/Polsek Pringsewu Kota


Pringsewu (Lampost.co): Unit Reskrim Polsek Pringsewu Kota mengamankan seorang pelaku penipuan dan penggelapan berkedok gadai tanah yang merugikan korban hingga Rp70 juta.

Pelaku berinisial AM (37) warga Dusun Sumberdadi, Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Pelaku ditangkap pada Jumat, 18 November 2022, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolsek Pringsewu Kota, Kompol Ansori Samsul Bahri menjelaskan, pelaku AM diamankan polisi atas dasar laporan pengaduan korban, Ari Kurniawan (33) warga Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, dengan Laporan Polisi Nomor LP/B-506/IX/2022/SEK SEWU KOTA / RES PRINGSEWU / POLDA LPG tertanggal 26 September 2022.

Ansori menjelaskan, sekitar Agustus 2022, pelaku menawarkan gadai tanah persawahan dengan luas 1.170 meter persegi yang berlokasi di Dusun Sumberdadi, Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa seharga Rp70 juta. 

Setelah kedua belah pihak sepakat, korban telah menyerahkan uang gadai kepada pelaku dan pelaku pun memberikan surat tanah dalam bentuk hibah sebagai jaminan untuk korban. Namun, berkisar satu minggu kemudian korban mendengar kabar bahwa surat tanah yang dijaminkan pelaku tersebut ternyata palsu. 

Baca juga: Jaksa Adi Muliawan Jadi Tersangka Mafia Tanah

"Lalu korban mencoba mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak orang tua pelaku dan juga pihak aparat pekon. Semuanya menyatakan bahwa surat tanah hibah yang dijaminkan kepada korban tersebut palsu dan tanah persawahan yang di gadaikan pelaku tersebut ternyata juga sudah dijual kepada orang lain," kata Ansori, Senin, 21 November 2022.

Kapolsek menambahkan, akibat peristiwa tersebut korban merasa ditipu dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Ansori mengatakan dalam pemeriksaan terungkap bahwa motif pelaku nekat melakukan penipuan tersebut lantaran terhimpit kebutuhan membayar utang.

"Bahkan dari pengembangan aparat kepolisian, ternyata korban juga telah memperdaya beberapa korban lain," katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan telah melanggar Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara hingga 4 tahun.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait