#fidusia#persidangan#penggelapan

Pelaku Penggelapan Mobil Leasing Divonis 16 Bulan Penjara

( kata)
Pelaku Penggelapan Mobil Leasing Divonis 16 Bulan Penjara
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang mejatuhkan hukuman 16 bulan penjara kepada terdakwa Mujiati alias Tia Mujiati (41) lantaran menggelapkan mobil yang dikredit dari perusahaan leasing PT U Finance Indonesia cabang Lampung, dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Kamis, 6 Agustus 2020.

Selain vonis penjara 16 bulan, warga Way Laga, Sukabumi, Bandar Lampung itu juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50 juta, subsider 3 bulan penjara.

Staf legal PT U Finance yang tidak mau disebutkan namanya itu menjelaskan awalnya terdakwa mengkredit mobil Honda Mobilio dengan nomor polisi BE-13260YF pada Juni 2018. Kemudian terdakwa mulai macet membayar angsuran pada 30 Desember 2018 hingga saat ini.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata mobil tersebut sudah dipindahtangankan dan tidak diketahui dimana keberadaannya.

Menurut dia, sebelum kasus itu berlanjut ke persidangan, pihaknya sudah menempuh jalur kekeluargaan. Namun, terdakwa tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan itu. 

"Akhirnya kami melaporkan ke Polresta Bandar Lampung dengan tindak pidana pengalihan objek jaminan fidusia. Kami laporkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dan Pasal 35 UU RI No 42 Tahun 1999 tentang fidusia dan Pasal 372 KUHP penggelapan," ujarnya saat dihubungi Lampost.co, Jumat, 7 Agustus 2020.

Pihaknya berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi debitur lain yang ada di Lampung apabila mengalami kesulitan ekonomi yang berdampak pada kredit macet.

"Segera beritahukan ke perusahaan pembiayaan ataupun bank agar bisa mencari solusi yang terbaik, tanpa harus merugikan kedua belah pihak," kata dia.

Dia menambahkan, ketika objek jaminan fidusia dialihkan atau dipindahtangankan tanpa sepengetahuan pihak perusahaan, terjadi peralihan dari perdata menjadi pidana atau perdata yang dipidanakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 36 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Berita Terkait


Komentar