pringsewukriminal

Pelaku Pemalsuan Nomor Mesin dan Rangka Dibekuk

Pelaku Pemalsuan Nomor Mesin dan Rangka Dibekuk
dok Lampost.co


Pringsewu (Lampost.co) -- Satuan Reskrim Polres Pringsewu amankan pelaku pemalsuan nomor mesin dan nomor rangka kendaraan bermotor berinisial SO alias Sawir (37) Senin, 16 November 2020 lalu.

SO merupakan warga Dusun Sukosari Desa Kalirejo Kec. kalirejo Kab. Lampung Tengah.  SO merupakan spesialis pengetok nomor mesin dan nomor rangka kendaraan bermotor.

Selain SO, petugas juga mengamankan RI (48) warga pekon Waluyojati kecamatan Pringsewu  juga diduga menjual kendaraan bermotor dengan  identitas serta dokumen kepemilikan kendaraan yang palsu.

“Kedua pelaku masuk dalam satu jaringan: SO bertugas merubah nomor rangka dan nomor mesin sedangkan RI bertugas menjualkanya, "ujar Kasat Reskrim AKP. Sahril Paison, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP. Hamid Andri Soemantri, Kamis, 19 November 2020.

Kasat Reskrim mengungkapkan,  selain mengamankan kedua pelaku petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti dari kediaman para.

Menurutnya di rumah pelaku RI polisi amankan BB 4 unit sepeda motor dan 4 buat BPKB dan  4 STNK, sedangkan dari rumah SO BB yang di amankan:  1 buah mesin gerinda, 1 buah mata bor, 1 buah  palu kecil, 4 buah paku (alat ketok angka),  1 buah BPKB Nopol : F 6946 FFC, 1 buah STNK Nopol : F 6946 FFC dan 1 buah STNK Nopol : B 3881 PIX.

Kasat Reskrim Sahril Paison menambahkan dari hasil pemeriksaan pelaku SO mengaku  baru 3 bulan menekuni profesi tukang ketok nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor. "Pelaku belajar secara otodidak lewat  youtube," ungkapnya.

“Dalam satu minggu pelaku mengaku bisa menyelesaikan sekitar 2 unit sepeda motor dan dari pekerjaan tersebut pelaku mendapatkan keuntungan 400 ribu per unit sepeda motor, " ungkapnya.

Dia menambahkan penhakua pelaku semua sepeda motor berikut dokumen (STNK dan BPKB) tersebut merupakan milik temanya DK (DPO) dan dirinya hanya disuruh merubah nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK dan BPKB yang ada.  Setelah selesai proses perubahan nomor rangka dan nomor mesin sebagian kendaraan diambil kembali oleh DK, dan sebagian oleh SO untuk di serahkan kepada pelaku RI untuk dijualkan.

Terpisah pelaku RI mengaku setiap penjualan mengaku mendapatkan keuntungan Rp500 ribu/unit. Cara menjualnya RI mengaku menggunakan aplikasi sosial media Facebook dengan nama akun "Ratih" dan di jual secara COD. Kegiatan tersebut sudah dijalaninya sekitar 3 bulan ini. "Kendaraan umumnya di jual kisaran Rp8,5 juta tergantung kondisi dan merk kendaraan, dan selama ini sudah menjual sekitar 5 unit sepeda motor.

Kasat Reskrim menjelaskan akibat kelakuan para tersangka banyak  warga yang terhambat saat memperpanjang dokumen-dokumen tersebut. Penyebabnya, kata dia, karena petugas menemukan dokumen yang tidak sesuai.

"Kami mengimbau siapa saja yang membeli kendaraan bermotor hendaknya di cros cek keaslian dokumenya, ke Samsat agar di ketahui apakah asli atau palsu. 

“Kedua pelaku kami jerat dengan pasal 264 Ayat 1 dan atau Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara," ungkapnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait