kejagunghukum

Pelaku Dituntut Hukuman Rendah Korban Pengeroyokan Lapor ke Kejagung

( kata)
Pelaku Dituntut Hukuman Rendah Korban Pengeroyokan Lapor ke Kejagung
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perkara pengroyokan terhadap korban atas nama Angga Saputra (22) Warga Kampung Harapan Jaya LK II Dusun IV, RT 005 RW 000, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang Bandar Lampung, berbuntut panjang. Pasalnya, korban melalui kuasa hukumnya melaporkan perkara yang dituntut rendah oleh jaksa itu ke Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Kamis 22 Oktober 2020.

Alian Setiadi Direktur LBH Lampung Raya, selaku kuasa hukum korban mengatakan, dalam hal ini ada tiga poin yang disampaikan dalam laporan resmi mereka tersebut, ketiga poin itu yakni bahwasanya adanya dugaan JPU Ponco Santoso, dalam perkara ini merekayasa fakta hukum dan hal tersebut bertentangan dengan ketentuan pasal 7 Ayat 1 Huruf F tentang peraturan jaksa Agung Republik Indonesia Nomor PER-014/A/JA/11/2012 tentang kode perilaku jaksa.

Memeriksa dan memberi sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kejati Lampung untuk mengambil alih perkara ini dan menunjuk jaksa lain untuk melakukan upaya hukum banding dan seterusnya agar perbuatan para terdakwa dihukum setimpal dengan undang-undang yang berlaku.

Mantan Direktur LBH Bnadar Lampung ini menjelaskan, bahwa benar korban yang merupakan kliennya dianiaya oleh  Momon, Ahmad Rizano, Nicho Saputra, Ahmad Setawan alias Mad, Joko Santoso Ferry Alias Metal, Yudi Sutrisno Alias Buang, Maman Alias KM, yang terjadi pada 24 Januari 2020 dan telah diperiksa disidik oleh Polairud Polda Lampung sesuai dengan berkas BAP.

" Beberapa saksi dipersidangan juga mengungkapkan bahwa benar Angga Saputra (Korban) dianiaya dan dikeroyok," kata Alian Setiadi.

Dalam hal ini JPU tidak menuntut pidana Pengroyokan sebagai mana ketentuan pasal 170 KUHP padahal dalam fakta yang terungkap di persidangan bahwa korban Angga telah dikeroyok dan dianiaya secara bersama-sama.

" Berdasarkan bukti Video diterangkan pada menit 02.38. JPU Ponco menyatakan bahwa perkara tersebut adalah perkara perkelahian hal ini sangat bertentangan dengan BAP kepolisan dan fakta yang terungkap di persidangan Angga dianiaya dan dikeroyok.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Berita Terkait


Komentar