#hukum#penikamansyekhalijaber

Pelaku dan Barang Bukti Penikaman Syekh Ali Jaber Dilimpahkan Besok

( kata)
Pelaku dan Barang Bukti Penikaman Syekh Ali Jaber Dilimpahkan Besok
Alfin Andrian, pelaku penikaman Syekh Ali Jaber. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pelaku penikam Syekh Ali Jaber, yakni Alfin Andrian, segera disidang setelah penyidik Polrestas Bandar Lampung akan melakukan pelimpahan tahap II ke Kejari. Pelimpahan rencananya dilakukan Senin, 26 Oktober 2020.

"Informasi dari kasipidum rencananya Senin, namun masih dipastikan terlebih dahulu atau koordinasi antara jaksa dan penyidik, serta menunggu nota dinasnya," ujar Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Erik Yudistira, Minggu, 25 Oktober 2020.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Resky Maulana, membenarkan rencana pelimpahan tahap II akan dilakukan pada 26 Oktober 2020. "Rencananya besok, jam nya masih tentatif, tunggu dari jaksa," ujarnya.

Barang bukti yang disita aparat, yakni pisau yang digunakan pelaku, baju warna biru milik pelaku, dan pakaian Syekh Ali Jaber saat ditikam pelaku.

Penikam ulama Syekh Ali Jaber, yakni Alfin Andrian (24), warga Sukajawa Tanjungkarang Pusat, bakal segera disidang. Pasal, Kejari Bandar Lampung, telah menyatakan berkas perkara tersebut lengkap.

"Berkas lengkap, sudah p-21," ujar Kasatrekrim, Rabu 13 Oktober 2020.

Total 21 saksi diperiksa dalam perkara ini, termasuk kedua orang tua pelaku. Bahkan, aparat menggandeng psikiater dari Mabes Polri dan RSJ Pemprov Lampung terkait track record kejiwaan pelaku.

Pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun, subsider. Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun, subsider. 

Kenudian, Pasal 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Luka Berat dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang Tanpa Hak Menguasai dan Membawa Senjata Tajam dengan ancaman pidana penjara setinggi-tingginya 10 tahun. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait