#Curanmor#Bandarlampung

Pelaku Curanmor Mengaku Mencuri untuk Sesuap Nasi

Pelaku Curanmor Mengaku Mencuri untuk Sesuap Nasi
Penasehat Hukum Dari Pos Bantuan Hukum yang mendamping bocah pemulung pencuri motor/Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengadili terdakwa berinisial PT (15), Warga Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, atas tindak pidana pencurian. PT yang merupakan pemulung ini juga didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHAP Jo. UU RI Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem perlindungan anak.

Jaksa Eka Aftarini menjelaskan, pada hari Kamis, 12 November 2020 bertempat di parkiran PT. Mario Samudra Jaya, terdakwa yang masih tergolong anak-anak ini mengambil satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2017 milik korban bernama Doni.

"Terdakwa masuk ke pelataran parkir PT Mario, melihat motor dalam kondisi terkunci stang si anak tidak bisa membawa kendaraan tersebut, lalu dia mengangkat ban depan kendaran dan menyembunyikannya kendaran tidak jauh dari lokasi tersebut," kata Eka, Senin, 14 Desember 2020.

Keesokan harinya, pada pukul 08.00 WIB terdakwa kembali ke tempat motor yang disembunyikannya. Di sana dia melepas bagian lampu dan bagian samping kendaran.

"Saat hendak melepas peralatan kendaraan bagian lain, warga datang melihat aksi yang dilakukan terdakwa. Karena kenal dengan orang tua dari terdakwa warga membiarkan anak itu pergi," kata Jaksa.

Penasehat Hukum Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Dahlan yang mendampingi PT mengatakan, terdakwa merupakan seorang pemulung yang kesehariannya mengais rezeki di sekitar pelabuhan.

Dalam pembelaannya, dia tidak ada niat untuk mencuri, terlebih menjual motor secara utuh kepada pembeli seperti aksi curanmor yang kerap terjadi belakangan.

"Dia ini mencari rongsokan buat makan. Melihat motor itu, dia seret ke tempat sepi kemudian dia pereteli peralatannya untuk dijual ke rongsokan dengan tujuan membeli makan," katanya.

Melihat dari kronologis kejadian dalam kasus ini, dia sebagai pendamping terdakwa meyakini tidak ada niatan terdakwa mencuri motor seprti yang sering terjadi saat ini.

"Terdakwa selain pemulung, tidak mengerti apa-apa soal mencuri. Dia membawa motor ke tempat sepi kemudian dia ambil peralatan yang bisa dilepas selanjutnya akan dijual untuk dia makan," katanya.

Dalam kasus ini, Dahlan mengharapkan kepada Jaksa atau pun Hakim supaya melihat lebih jauh keadaan yang sebenarnya terjadi terhadap terdakwa.

"Dia merupakan pencari barang bekas dengan tujuan membeli sesuap nasi, " kata Dahlan. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait