#PENGEROYOKAN#PELAJAR

Pelajar SMP Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Tupai Kedaton

Pelajar SMP Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Tupai Kedaton
Tangkapan layar percakapan korban berinisial TO dan mantan pacarnya CA. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Pelajar SMP berinisial MR (15) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di Jl Tupai, Gg Kemiri, Kedaton, Bandar Lampung, pada Kamis, sekitar pukul 15.00 WIB. MR mengatakan, pengeroyokan terhadap dirinya merupakan kesalahpahaman antara rekannya TO (15), dan mantan pacarnya berinisial CA. Keduanya chating melalui aplikasi Whatsapp menggunakan ponsel korban MR.

Saat itu, rekannya TO bertanya kondisi mantannya menggunakan ponsel korban MR. Setelah lama chating-an, ternyata CA saat itu sedang bersama pacarnya RD. RD mengetahui hal itu dan tidak terima sehingga mengajak bertemu TO.

"RD tak terima dengan perlakuan tersebut mendatangi TO di depan rumah MR bersama tiga rekannya dan wanita CA,"kata MR, Sabtu, 21 Agustus 2021.

Baca juga: Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Siswa SMPN2 Kotabumi

Saat bertemu, RD mengajak tiga rekannya langsung melakukan pengeroyokan terhadap TO. Namun, TO berhasil lari dari pengeroyokan. MR yang mencoba melerai, justru menjadi korban pengeroyokan. Korban pun mengalami patah pergelangan tangan dan luka di kepala. Ia tidak bisa berbuat banyak lantaran kalah jumlah.

"TO kabur, akhirnya saya digebukin sama mereka. Ada yang pakai batu, sampai akhirnya kepala saya bocor, seingat saya pelakunya ada 4 orang. Salah satu pelaku saya kenal orangnya," ujar MR.

Baca juga: Diduga Dikeroyok Rekannya, Siswa SMPN 1 Bandar Lampung Lapor Polda

Ia menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan karena pelaku RD tidak terima kekasihnya kembali berhubungan dengan temannya berinisial TO.

Sementara itu, kakak kandung korban Ayu Ningrum (18) menyebut tak mengetahui penyebab adiknya menjadi korban pengeroyokan. Menurutnya, saat itu dirinya sedang mengurus barang dagangan tak jauh dari rumahnya.

"Begitu pulang tahu tahu adik saya sudah luka. Katanya dikeroyok oleh sekitar empat orang," kata Ayu.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bandar Lampung untuk ditindaklanjuti.

"Adik saya mengalami patah tangan sebelah kanan, luka robek di bagian kepala dengan empat jahitan dan luka ringan dibagian leher," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Resky Maulana menyatakan bakal segera menindaklanjuti laporan tersebut. Menurutnya laporan korban telah diterima dengan tanda bukti laporan LP/B/1826/VIII/2021/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG tanggal 19 Agustus 2021.

"Segera kami ambil keterangan dari pelapor atau korban," kata Resky.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait