#beritalampung#bandarlampung#humaniora

Pelajar SMA Pelita Bangsa Dominasi LCT Tingkat Provinsi Lampung

Pelajar SMA Pelita Bangsa Dominasi LCT Tingkat Provinsi Lampung
Dari kiri Tamara Wira Shafira dan Elbert Tristan Lie dan Kathleen Herdy, saat berfoto menampilkan piala dan penghargaan yang diperoleh dari LCT yang diselenggarakan oleh Unila. IST


Bandar Lampung (Lampost.co):Siswa-siswi dari SMA Pelita Bangsa Bandar Lampung, mendominasi Lomba Cepat Tepat (LCT) yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Lampung (Unila) dalam rangka Dies Natalis ke-57.

Head of Pelita Bangsa Secondary Education, David Oktavianus mengatakan, lomba itu berlangsung mulai dari tanggal 19 dan 20 September, hari pertama babak penyisihan kemudian hari kedua babak semi final dan final.

"Disitu SMA Pelita Bangsa mendominasi untuk bidang MIPA, ada penghargaan yang di dapatkan yaitu juara 1, juara favorit dan piala bergilir jadi ada tiga trophy yang dibawa pulang oleh Pelita Bangsa," ujar David, Jumat, 23 September 2022.

Dari sekolahnya sendiri terdapat tiga orang perwakilan siswa-siswi yang mengikuti perlombaan, yaitu Elbert Tristan Lie kelas 10, Kathleen Herdy kelas 11, dan Tamara Wira Shafira dari kelas 12.

"Awalnya kami tawarkan siapa saja yang ingin ikut dan antusias anak tidak terlalu tinggi, cuma kami melihat pembinaan sudah dilakukan sehingga sayang sekali jika tidak di turunkan dalam perlombaan. Awalnya menunjuk beberapa peserta dan seleksi, ada juga yang awalnya mengundurkan diri," ungkapnya.

Di babak final pada tanggal 20 September, terdapat empat sekolah yang bersaing memperebutkan peringkat tertinggi, yaitu SMAN 2 Bandar Lampung, SMA Pelita Bangsa, SMA Fransiskus dan SMAN 1 Kota Agung.

Pihaknya menargetkan untuk penyelenggaraan lomba di tahun berikutnya akan ikut kembali. Guna mempertahankan piala bergilir yang di dapatkan SMA Pelita Bangsa.

"Dan di kemudian hari kami berharap bisa mendominasi kembali kegiatan tersebut, sebab sejak awal babak penyisihan poin kami cukup jauh dari sekolah lain.

Sementara, Tamara Wira Shafira dari kelas 12 mengungkapkan, pulang dengan membawa tiga piala diluar ekspektasi. Awalnya dia dan kedua rekannya, hanya ingin menjadi perwakilan sekolah mengikuti lomba itu.

"Untuk soal-soal perlombaan cukup sulit meskipun untuk tingkat kelas 10 dan 11 tetapi lebih tinggi. Ditambah satu soal hanya dikasih waktu sekitar 10 detik, jadi harus berpikir keras mengerjakan soal perlombaan," ungkapnya.

Dia berharap, agar nantinya adik-adik kelasnya di tahun mendatang dapat mempertahankan piala penghargaan yang telah diperoleh SMA Pelita Bangsa.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait