#IPC#pelundi#pelabuhan#beritalampung

Pelabuhan Panjang Dukung Pertumbuhan Industri Lampung

Pelabuhan Panjang Dukung Pertumbuhan Industri Lampung
General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo (dua kiri) saat memaparkan kinerja IPC Panjang sepanjang 2018 di Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, Kamis (24/1/2019). Lampost.co/Adi Sunaryo

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Panjang atau Indonesia Port Corporation (IPC) Panjang di tahun 2019 ini akan menghubungkan Pelabuhan Panjang dengan jalan tol trans-Sumatera (JTTS). Hal ini sejalan dengan target Pelabuhan Panjang menjadi pelabuhan digital di 2019. 

"Kita akan koneksikan jalan tol trans Sumatera dengan Pelabuhan Panjang. Ini sebagai program pioritas kami di 2019. Sehingga sisi industri dan pelabuhan di Lampung akan tumbuh," ujar General Manager IPC Panjang Drajat Sulistyo, dalam konferensi pers bersama awak media di Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, Kamis (24/1/2019). 

Menurut Drajat, jika Pelabuhan Panjang sudah terkoneksi dengan jalan tol, maka dampak perekonomian Lampung khususnya di wilayah sekitar akan berkembang maju. "Ini nanti berdampak bagi pembangunan di Lampung, dengan banyaknya kawasan industri atau peridustrian di sekitar. Karena dimana ada perkembangan atau pembangunan pelabuhan pasti diiringi dengan pembangunan industri juga," ujarnya. 

Dia mengatakan dengan terkoneksinya pelabuhan dengan jalan tol, maka arus keluar masuk barang akan semakin meningkat. Salah satunya peningkatan komoditas pupuk yang mencapai 400.000 ton per tahun yang didistribusikan melalui Pelabuhan Panjang menuju Jambi dan Bengkulu dengan menggunakan jalur darat.

"Dengan adanya akses jalan tol dari pelabuhan, dapat diasumsikan bahwa 60% pengangkutan pupuk subsidi akan menggunakan akses jalan tol menuju Jambi dan Bengkulu," ujarnya.

Apalagi, lanjut Drajat, didukung dengan digitalisasi pelabuhan, maka akan semakin memudahkan para pengusaha atau pelaku industri dalam melakukan pengiriman barang dari dan ke Lampung, karena proses registrasi atau pemberkasan dapat dilakukan dari mana saja dengan koneksi internet tanpa harus datang ke pelabuhan. 

"Digitalisasi ini bukan hanya untuk monitoring pelabuhan saja, juga sebagai analasis pelabuhan dan forecasting industri sekitar. Keoptimalan kinerja pabrik dan nilai kenaikan ekspor juga langsung kelihatan," kata dia.

Selain itu, peningkatan komoditas batubara karena adanya pelimpahan komoditas dari Palembang sekitar 1.500.000 ton per tahun. Pola distribusi dilakukan dengan sistem trucking dari Palembang menuju Lampung. Kemudian distribusi ekspor melalui Pelabuhan Panjang.

"Pendistribusian melalui jalur darat menuju pelabuhan cabang panjang yaitu dari Jambi, Bengkulu, dan Palembang dapat menggunakan akses jalan tol," kata dia.

Dia menambahkan, Pelabuhan Panjang kini terus berbenah dengan melakukan pembangunan diantaranya pembangunan gate, perbaikan gudang, pembangunan lapangan stockpile, melakulan pendalaman dan pelebaran kolam dermaga, pelebaran dan perbaikan jalan, perbaikan Jetty, dan fasilitas sarana dan prasarana pelabuhan lainnya.

Pajak Ekspor Meningkat

Drajat mengatakan semakin meningkatnya jumlah ekspor melalui Pelabuhan Panjang, maka pendapatan pajak ekspor untuk Provinsi Lampung juga akan meningkat. Dia menjelaskan saat ini throughput atas terminal curah cair rata-rata adalah 144.000 per ton/ tahun. Untuk komoditas CPO yang didistribusikan melalui Pelabuhan Panjang yakni melalui Filipina dan Korea Selatan. Pemanfaat Jetty eks PTPN VII sebagai terminal curah cair dapat meningkatkan kapasitas kenaikan 6 - 10 persen yaitu sebesar 720.000 per ton/tahun. "Dengan begitu, maka Lampung dapat meningkatkan nilai ekspor ke luar negeri. Penerimaan pajak juga semakin besar," kata dia

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar