#Pekerjamigran#mesuji

Pekerja Migran asal Mesuji Meninggal di Taiwan

Pekerja Migran asal Mesuji Meninggal di Taiwan
Jenazah SU saat akan dimakamkan. Dok Disnakertrans Mesuji


Mesuji (Lampost.co)-- SU (31) warga Kecamatan Panca Jaya, Mesuji meninggal di Taiwan karena kecelakaan lalu lintas.

Samsi Hermawan, Kabid Perencanaan Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mesuji mengatakan SU berangkat ke Taiwan sejak Februari 2020 lalu untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga.

"Dia bekerja sebagai ART sebelum alih agency pada November 2020. Tanggal 11 Juni dia kecelakaan lalu lintas. Dia dinyatakan meninggal 14 Juni 2022 lalu," jelas Samsi.

Baca Juga : Polisi Diminta Usut Penelantaran Pekerja Migran Asal Lampung di Turki

Jenazah SU tiba di Mesuji pada Sabtu 30 Juli 2022. Jenazah SU dimakamkan di Kecamatan Mesuji Timur, domisili dari orang tuanya.

"Ada waktu jeda hingga 45 hari. Karena di Taiwan, jika ada yang meninggal karena kecelakaan harus ada sidang yang menyatakan dia meninggal karena kecelakaan. Perusahaan yang dulu memberangkatkan masih mau memfasilitasi untuk keluarga korban menerima hak-haknya," lanjutnya.

Selai SU, Disnakertrans saat ini sedang mengurus kepulangan AS (25) warga Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, yang mengalami depresi di Malaysia.

Berangkat ke Malaysia sejak Maret 2016 lalu, AS diklaim keluarganya tidak pernah menerima gaji.

Menurutnya, keberangkatan AS tidak dilaporkan ke Disnaker atau non prosedural.

“Setelah 2 tahun bekerja disana di kebun milik perorangan, dia pindah kerja, tapi kondisinya tidak berubah, tetap sama. Keluarga mengklaim dia tidak pernah menerima gaji selama 6 tahun ini," terang Samsi.

Nakertrans saat ini sedang mendata keluarga dan temen AS di Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (disingkat BP2MI).

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait