Koronacoronavirus

Pekerja Kesehatan Desak Duterte Lockdown Filipina

( kata)
Pekerja Kesehatan Desak Duterte Lockdown Filipina
Warga Filipina beraktivitas di tengah pandemi covid-19. Foto: AFP.

Manila (Lampost.co) -- Lebih dari sejuta dokter dan perawat di Filipina mengatakan negara mereka telah kalah melawan virus korona (covid-19). Karenanya mereka meminta Presiden Rodrigo Duterte untuk melakukan penguncian ketat (lockdown) di dan sekitar ibu kota Manila.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2020, Filipina melaporkan ada 4.963 infeksi tambahan virus korona (covid-19) dalam satu hari. Ini adalah lonjakan infeksi terbesar dalam catatan negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Filipina mengatakan, dengan angka tersebut, maka total infeksi covid-19 di negara itu menjadi 98.232 kasus, dengan 2.039 di antaranya meninggal.

"Petugas kesehatan kami kelelahan dengan jumlah pasien yang tampaknya tak berujung, yang berbondong-bondong datang ke rumah sakit kami untuk perawatan darurat," tutur kelompok paramedis dalam surat kepada presiden.

"Kami melakukan pertarungan, dan kalah melawan covid-19," imbuh mereka, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Istana kepresidenan mengatakan akan menampung masukan ini untuk para pemangku kepentingan agar bisa diputuskan dalam pertemuan dengan gugus tugas covid-19.

"Istana memahami tindakan keseimbangan antara kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi negara," kata juru bicara Duterte, Harry Roque.

Pada pertengahan Maret, Duterte memberlakukan salah satu penguncian terpanjang dan paling ketat di dunia untuk ibu kota dan beberapa provinsi lain guna memerangi virus.

Namun, dalam rangka menghidupkan kembali ekonomi, pembatasan dilonggarkan pada Juni lalu. Ini memungkinkan pergerakan orang yang lebih bebas dan pembukaan kembali beberapa sektor bisnis.

Sejak itu, infeksi melonjak hingga lima kali lipat, dengan tingkat kematian dua kali lebih banyak daripada saat pembatasan berlangsung.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar