pemiluAmerika

Pejabat Pemilu AS Sebut Tidak Ada Bukti Suara Hilang

Pejabat Pemilu AS Sebut Tidak Ada Bukti Suara Hilang
AFP/ Chris McGrath Petugas menghitung surat suara pilpres AS di Pennsylvania


Washington (Lampost.co) -- Pejabat senior federal dan pejabat pemilu negara bagian AS, pada Kamis, 12 November 2020, mengatakan tidak ada bukti suara hilang atau diubah atau sistem pemungutan suara rusak dalam pemilihan presiden.

Para pejabat, yang bertanggung jawab atas keamanan pemilu di seluruh negeri, menolak klaim yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump dan Partai Republik bahwa kecurangan dan kehilangan surat suara menyebabkan kekalahan Trump dari kandidat Demokrat Joe Biden dalam pemilihan pekan lalu.

"Pemilu 3 November adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika," kata mereka dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau menghilangkan suara, mengubah suara, atau dikompromikan dengan cara apapun," imbuhnya. "Meskipun kami tahu ada banyak klaim dan peluang yang tidak berdasar atas informasi yang salah tentang proses pemilu kami, kami dapat pastikan pada Anda bahwa kami sangat percaya pada keamanan dan integritas pemilu kami, dan Anda juga harus demikian," tutur mereka.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Dewan Koordinasi Pemerintah untuk Infrastruktur Pemilu AS, yang merupakan kelompok publik-swasta di bawah badan keamanan pemilu federal utama, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA). Pernyataan tersebut ditandatangani oleh kepala Asosiasi Nasional Direktur Pemilihan Umum Negara Bagian dan Asosiasi Nasional Sekretaris Negara Bagian serta Ketua Komisi Bantuan Pemilu AS.

Itu terjadi beberapa jam setelah Trump me-retweet klaim tak berdasar bahwa pembuat peralatan pemilu 'menghapus' 2,7 juta suara untuknya di seluruh negeri dan mengalihkan ratusan ribu suara darinya ke Biden di Pennsylvania dan negara bagian lainnya.

Itu adalah yang terbaru dari serangkaian pernyataan palsu yang diajukan Trump dan Partai Republik untuk menolak kemenangan Biden. Perusahaan, Dominion Voting Systems dan Pennsylvania Department of States dengan tegas membantah klaim Trump.
 

EDITOR

Media Indonesia

loading...




Komentar


Berita Terkait