koronawabahkoronacoronavirusomnibuslawdemo

Pedemo Omnibus Law Asal Pesawaran Tularkan Korona ke 5 Anggota keluarga

Pedemo Omnibus Law Asal Pesawaran Tularkan Korona ke 5 Anggota keluarga
Ilustrasi. Demo penolakan UU Omnibus Law atau Cipta Kerja di Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Dok Lampost.co


PESAWARAN (Lampost.co) -- Setelah melakukan tracing orang-orang yang kontak erat dengan HK (20) pasien positif covid-19 dari klaster demonstran penolakan UU Omnibus law, didapati 5 orang lainnya yang merupakan keluarga dekat dinyatakan positif covid-19.

Juru bicara tim satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Aila Karyus mengatakan, setelah mendapati informasi salah satu mahasiswa asal Pesawaran yang positif covid-19, pihaknya langsung melakukan pemantauan kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien.

Baca juga:Pendemo Omnibus Law Asal Pesawaran Terpapar Covid-19

"Setelah dilakukan pemantauan, didapati 5 orang yang merupakan keluarga HK dinyatakan ikut positif covid-19 setelah melakukan swab, dan kelima orang ini tanpa gejala (OTG)," jelasnya, Senin, 26 Oktober 2020.

Menurutnya, sampai dengan saat ini, satu keluarga yang positif covid-19 tersebut dalam keadaan membaik dan sedang menjalankan isolasi mandiri di rumah.

"Kita juga sudah meminta kepada puskesmas, Satgas Kecamatan dan juga desa, untuk melakukan pemantauan serta membantu segala kebutuhan keluarga tersebut, dan kita juga selalu mengecek keadaannya melalui sambungan telepon," ungkapnya.

Selain melakukan pemantauan, dirinya meminta kepada pihak puskesmas, kecamatan, dan juga desa agar selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar tempat tinggal pasien agar selalu mensuport dan tidak mengucilkan.

"Kita sudah sering mensosialisasikan hal tersebut, agar tidak ada kejadian pengucilan terhadap warga yang positif, karena hal itu berdampak pada kesehatan pasien," pungkasnya.

Sebelumnya, satu mahasiswa asal Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, yang mengikuti aksi demo tolak UU Cipta Kerja, terkonfirmasi positif covid-19.

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesawaran, Kesuma Dewangsa mengatakan, pada 7 Oktober HK (20) mengikuti demo yang dilakukan di Bandar Lampung selama dua hari.

"Pada 10 Oktober, HK merasakan penciuman dan indera perasanya berkurang 50% dan juga mengalami batuk pilek. Menurutnya ada sekitar 10 sampai dengan 15 pendemo yang mengalami gejala yang sama dengan dirinya, namun mereka beralamatkan di Bandar Lampung," jelasnya, Jumat, 23 Oktober 2020.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait