#KORUPSI#KORUPSIJALAN

Pedemo Minta KY Periksa Hakim yang Menangkan Praperadilan Jalan Sutami

Pedemo Minta KY Periksa Hakim yang Menangkan Praperadilan Jalan Sutami
Sejumlah pedemo berdemonstrasi di depan PN Tanjungkarang, Rabu, 2 Juni 2021 -- Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 10 pedemo dari Masyarakat Peduli Demokrasi Hukum (MPDH) dan Barisan Anak Lampung Anti Korupsi (Balak) berdemonstrasi di depan PN Tanjungkarang, Rabu 2 Juni 2021. Tujuh orang diantaranya menggunakan alat pelindung diri (APD) dan membentangkan poster dengan berbagai narasi.

Perwakilan MPDH, Jupri Karim, mengatakan, pihaknya meminta Komisi Yudisial (KY) turun ke Lampung memeriksa hakim tunggal yang menyidangkan praperadilan penetapan tersangka korupsi jalan IR Sutami Sribawono, dengan pemohon Hengki Widodo alias Engsit, selaku Komisaris Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM). Ia menuding ada dugaan persengkongkolan antara pemohon dengan majelis hakim.

"Segera periksa itu hakim tunggalnya Jhony Butar-Butar. Ada apa? Seorang hakim memenangkan praperadilan tindak pidana korupsi ?," ujarnya di depan PN Tanjungkarang, Rabu, 2 Juni 2021.

Ia juga meminta Polda Lampung kembali menetapkan Hengki Widodo alias Engsit sebagai tersangka, hingga berkas pekaranya lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan.
Sementara, ia meminta KY aktif untuk turun ke Lampung untuk memeriksa hakim tersebut. Jika tak digubris, pihaknya akan membuat laporan resmi disertai dokumen pendukung secara langsung ke KY.

"Dana Rp147 Miliar (anggaran jalan Ir Surtami), itu besar dan dari rakyat. Ada bukti Rp10 miliar (pengembalian kerugian negara) sudah diekspos Polda, dan kerugian ditaksir sampai 65 miliar," katanya.

Terpisah, Hakim PN Tanjungkarang, Jhony Butar-Butar, santai menanggapi hal tersebut.

"Menuduh orang. Itu urusan dia (pedemo)," katanya di PN Tanjungkarang.

Ia yakin putusannya membatalkan penetapan tersangka Hengki Widodo sesuai prosedur.  Pertama, menurut Jhony tidak ada klarifikasi atau pemeriksaan Engsit sebagai tersangka selama proses penyelidikan dan penyidikan. Kemudian, belum ada audit kerugian negara oleh BPK RI.

"Kami sudah bekerja sesuai KUHAP. Saya memeriksa acaranya, prosesnya bukan pokok korupsinya. Praperadilan itu bukan memeriksa pokok perkara, kalau prosedurnya tidak tepat tentu dikabulkan," paparnya.

Di sisi lain, penetapan kembali Komisaris Utama PT Usaha Remaja Mandiri (URM) sebagai tersangka, korupsi jalan IR Sutami--Sribawono,  dalam proses. Rencana penetapan kembali dilakukan, usai gugatan praperadilan Hengki Widodo alias engsit dikabulkan oleh Majelis Hakim PN Tipikor Tanjungkarang Jhony Butar-Butar.

"Penetapan tersangka bakal dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Kalau sprindik (baru), sudah kami keluarkan langsung beberapa jam usai putusan prapid ke luar," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Mestron Siboro. 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait