tempe

Pedagang Tempe Bingung Jual Dengan Harga Tinggi

Pedagang Tempe Bingung Jual Dengan Harga Tinggi
(dok. lifestyle.okezone.com)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah pedagang di Pasar Way Halim, Bandar Lampung mengeluhkan harga tempe yang naik. Bukan hanya naik harganya, ukuran dari tempe juga menyusut seiring dengan kenaikan harga kacang kedelai. 

"Dari agennya mahal, biasanya yang ukuran kecil harganya Rp1.000 satu buah, sekarang dari sananya sudah Rp1.200, jadi saya mau jual berapa? Bingung. Mana pembeli pada komplain kalau harga naik," ujar Ujang (55), pedagang tempe di Pasar Way Halim, Senin, 4 Januari 2020. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa tak hanya tempe saja, untuk tahu pun harga naik cukup tinggi. Biasanya untuk tahu ukuran kecil satu bungkusnya dijual seharga Rp3 ribu, namun saat ini ia harus menjual seharga Rp5 ribu per bungkusnya. 

"Dari sana sudah Rp4 ribu, jadi ya kalau kami jual Rp4.500 tipis banget untungnya, kan jualnya juga enggak banyak banget," katanya. 

Tak jauh berbeda dengan Ujang, pedagang lain di pasar yang sama mengatakan jika ia harus kehilangan langganan karena tak membeli ke warungnya. "Saya punya pelanggan lama yang dia jual gorengan, sekarang udah enggak beli sama saya lagi," kata Soimah (28).

Adapun menurutnya karena pelanggan tak ingin menaikkan harga gorengan seperti tempe dan tahu sehingga mencari penjual lain. "Saya naikin padahal ya cuma berapa ratus rupiah, tapi langsung lari enggak mau beli disini lagi," ujarnya. 

Menurutnya, seharusnya ia menaikan harga karena dari agen yang juga menaikan harga tempe dan tahu. "Dinaikan dari agennya, jadi saya ikut naikin padahal ya enggak besar juga naikinnya, cuma kalau untuk pedagang gorengan atau yang emang beli banyak berasa banget naiknya," ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut terjadi sejak pertengahan Desember 2020 lalu. "Sudah dari Desember tapi enggak terlalu signifikan, baru akhir-akhir ini paling drastis menurut saya," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait