#ppkmdarurat#bandarlampung#pasar

Pedagang Pasar di Bandar Lampung Pasrah Cuma Andalkan Pelanggan

Pedagang Pasar di Bandar Lampung Pasrah Cuma Andalkan Pelanggan
Pedagang di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung menjajakan dagaangannya. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang pasar tradisional di Kota Bandar Lampung mengaku sangat terdampak seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, rata-rata dari mereka hanya bisa mengandalkan pembeli yang sudah berlangganan.

Salah satu pedagang di Pasar Pasir Gintung, Usup Supriadi mengeluh sekaligus pasrah lantaran jumlah pembeli kian menurun. Jelang Hari Raya Iduladha, penjualan masih biasa-biasa saja dan belum ada peningkatan yang signifikan.

"Hanya mengandalkan pelanggan. Mereka memesan barang via telepon lalu kami siapkan," katanya, Minggu, 18 Juli 2021.

Baca: Supermarket Masih Ramai Dikunjungi Pembeli

 

Meskipun begitu, ketersediaan dan harga barang masih cukup stabil. 

"Yang naik hanya bawang merah di angka Rp.30 ribu per kilogram," kata dia.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga beras premium di Lampung masih dibanderol Rp.12 ribu/kg, beras medium Rp9,3 ribu/kg, gula pasir Rp12,3 ribu/kg, minyak goreng curah Rp13,1 ribu/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13,3 ribu/liter.

Kemudian kedelai Rp11,8 ribu/kg, tepung terigu Rp9 ribu/kg, daging sapi paha belakang Rp123,3 ribu/kg, daging ayam ras Rp31,5 ribu/kg, telur ayam ras Rp22,6 ribu/kg, cabai merah besar Rp19 ribu/kg, cabai merah kriting Rp20,3 ribu/kg, cabai rawit merah Rp52,3 ribu/kg.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindak) Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil juga menyebut harga sejumlah barang kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Bandar Lampung terpantau normal dan stabil.

"Kebutuhan pokok di pasar tradisional masih aman. Untuk harga-harga kebutuhan pokoknyapun masih stabil belum ada lonjakan yang terlalu signifikan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait