#hargapangan#beritalampung

Pemprov Lampung Diminta Intervensi Harga Minyak Goreng

Pemprov Lampung Diminta Intervensi Harga Minyak Goreng
Pedagang minyak goreng saat mengemasi barang dagangannya. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan melakukan intervensi harga untuk mengatasi harga minyak goreng di tingkat pedagang yang tinggi. Pemda patutnya dapat mengetahui penyebab persoalannya dan mendorong harga minyak goreng agar kembali normal.

Salah satu pedagang di Pasar Tugu, Yuntardi, mengatakan harga minyak goreng masih tinggi, mulai dari minyak kemasan kecil Rp14.500, kemasan 2 liter Rp31.000, ukuran 1 liter Rp18.000.   

Sementara minyak curah dengan harga Rp15.500. Padahal pada harga normalnya, minyak kemasan hanya Rp12.000 per liter dan minyak curah Rp13.000 per liter.

"Kami ingin harga stabil agar terjangkau di masyarakat. Pemerintah harusnya melakukan operasi kepada distributor bukan melalukan operasi pasar. Sebab, operasi pasar sangat merugikan pedagang kecil. Harga minyak goreng naik karena distributor yang menaikan," kata Yuntardi, kepada Lampung Post, Selasa, 14 September 2021.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan pihaknya akan membuat tim untuk menelusuri persoalan itu. Sebab, bisa jadi harga yang tinggi itu dipengaruhi harga minyak internasional yang naik.

"Permasalahan ini kami lihat dulu. Kami juga punya rencana untuk turun menemui distributor dan mencari tahu kondisinya," katanya.

Sebab, pihaknya tidak bisa sembarangan mengambil langkah karena setiap harga kebutuhan pokok mempunyai persoalan masing-masing. Bila perlu pemerintah meminta sektor swasta atau BUMD berperan membeli minyak goreng tersebut atau menjual dengan harga murah.

"Kami akan lihat permasalahan di rantai pasok minyak goreng tersebut. Tapi kalau memang karena harga internasional yang naik, agak sulit juga untuk bisa intervensi," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait