Koronacoronavirusmaskerscubabuff

Pedagang Masker Menjerit Terkait Larangan Scuba

( kata)
Pedagang Masker Menjerit Terkait Larangan Scuba
Foto. Dok/Medcom


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sejak adanya larangan dari pemerintah penggunaan masker scuba atau buff karena dinilai tak efektif cegah covid-19, pedagang masker yang ada di Bandar Lampung menjerit. Pasalnya, hanya berdagang maskerlah sebagai penghasilan keluarga mereka.

"Saya awalnya kerja di salah satu kantor asuransi, tapi sekarang dikeluarin dari kantor (PHK) karena pengurangan karyawan. Akhirnya ada modal sedikit dagang masker scuba ini di pinggir jalan," kata salah satu pedagang masker, Sugiyo kepada Lampung Post, Jumat, 18 September 2020.

Ia juga mengatakan, saat ini pendapatannya dari berjualan masker hanya Rp20 ribu per hari. Padahal saat awal korona masuk ke Indonesia, pendapatannya bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

"Saya dari pagi paling Rp20 ribu saja sudah bersyukur. Dulu kalau sehari bisa 3 sampai 4 lusin, sekarang semenjak pengumuman ini ya susah," jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa saat ini ia dan sang istri memutar otak agar bisa mendapat penghasilan lebih guna mencukupi keperluan sehari-hari.

"Ya sekarang ini putar otak, misal istri saya buat gorengan titip ke warung makan, atau juga kadang saya abudemen pedagang pasar unyuk antar-antar sayur," jelasnya.

Ia mengharapkan, agar pemerintah mau memberikan bantuan kepada keluarganya, karena saat ini modal yang ia keluarkan untuk berdagang masker scuba tidak mendapatkan untung.

"Semoga pemerintah ada solusi, kalau emang masker scuba gak boleh dijual lagi gimana nasib pedagangnya," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...


Berita Terkait



Komentar