#beritalampung#beritabandarlampung#lampungfair

Pedagang Liar Diduga Setor Uang ke Penyelenggara Lampung Fair

Pedagang Liar Diduga Setor Uang ke Penyelenggara Lampung Fair
Salah satu pedagang liar di Lampung Fair 2022. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Pedagang liar yang tidak memiliki lapak resmi mengaku dimintai sejumlah uang oleh panitia penyelenggara agar dapat ikut berjualan di area Lampung Fair 2022.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung Post, biaya yang diminta mulai dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta untuk satu pedagang.

"Kami juga bayar disini, kenapa harus ditertibkan lapak-lapak kami? Hanya karena tidak pakai tenda resmi dari Lampung Fair," kata salah satu pedagang bakso yang enggan disebutkan namanya, Rabu, 9 November 2022.

Pedagang yang membuka lapak bakso di sekitar cluster D itu mengatakan, jika memang dianggap  liar, maka kesalahan ada di pihak penyelenggara. Sebab, pedagang liar tidak mungkin bisa masuk tanpa ada akses khusus.

Baca juga: Bansos DTU Pemprov Disalurkan Lewat Bank Lampung Paling Lambat 15 November

"Kami mau masuk juga dipersilahkan sama panitia, melalui pintu resmi dan tidak sembunyi-sembunyi. Jadi kenapa dianggap liar? Kalau yang nggak bayar ya mungkin bisa ditertibkan, tapi yang bayar jangan dong," katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yoi Rizal mengatakan seharusnya Lampung Fair menjadi ajang memajukan UMKM, khususnya kebudayaan dan kuliner. Namun, dengan adanya permasalahan pedagang liar, tujuan itu tidak akan tercapai.

"Bagaimana mau memajukan UMKM kalau dari peserta, pedagang, dan panitianya tidak kompak. Ini perlu ditanyakan bagaimana perencanaan panitia pelaksana, apakah sudah matang atau dipaksa matang?," kata dia.

Yozi berharap dengan sisa waktu yang ada, Lampung Fair dapat berbenah dan memberikan solusi terhadap keluhan-keluhan yang disampaikan pedagang juga pengunjung.

"Ini sisa lima hari lagi sampai tanggal 14 November 2022, Mudah-mudahan semua dibenahi dan keuntungan Lampung Fair dirasakan juga oleh pedagang yang sudah menyewa stan mahal itu. Jangan hanya penyelenggara saja yang untung," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait