#ekonomilampung#beritalampung

Pedagang Keluhkan Sepinya Pasar

Pedagang Keluhkan Sepinya Pasar
Salah satu pedagang di Pasar Gintung. Lampost.co/MTVL/Putri


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pedagang di Kota Bandar Lampung mulai merasakan dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Sebab, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. 

Salah satu pedagang di pasar Gintung, Ismono, mengaku lapaknya sepi pembeli dengan ditetapkannya aturan PPKM Mikro selama 6-20 Juli 2021.

“Nggak ada lock down saja sepi, apalagi sekarang semuanya dibatasi. Harganya juga ikut turun, karena yang beli nggak ada,” kata Ismono, Selasa, 6 Juli 2021.

Dia mengatakan pasrah dengan kondisi sulit tersebut dengan tetap membuka dagangannya. “Kalau tutup tambah nggak punya penghasilan. Jadi syukuri saja berapa pun pembeli yang datang. Semoga ada solusi dari pemerintah,” ujarnya. 

Sepinya pembeli juga dirasakan pedagang sayur di Pasar Tugu, Santi. Dia mengatakan daya beli masyarakat turun. Namun, dia tidak tahu penyebab kondisi tersebut. “Mungkin memang lagi susah keadaannya atau ibu-ibu lagi fokus daftarin sekolah anak. Bulan ini kan tahun ajaran baru,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, I Kadek Sumartha, mengatakan turunnya daya beli masyarakat mengakibatkan beberapa harga komoditas di pasar turun.

“Sesuai hasil operasi pangan ada beberapa harga pangan yang turun, diantaranya telur ayam, cabai keriting, dan minyak,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Harga telur dari Rp25 ribu per kilo menjadi Rp21 ribu. Sedangkan cabai merah keriting dari Rp25 ribu kini Rp18 ribu.

“Kalau untuk distribusi dan stok masih aman. Penurunan harga ini karena minat beli yang rendah,” kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait