#pelabuhanbakauheni

Pedagang di Kapal dan Pelabuhan Sepi Pembeli di Masa Pandemi

Pedagang di Kapal dan Pelabuhan Sepi Pembeli di Masa Pandemi
Ruangan penumpang kapal ferry sepi. Dok Warga


Kalianda (Lampost.co) -- Puluhan pengelola kantin di pelabuhan maupun di dalam kapal ferry lintasan Merak-Bakauheni mengalami kesulitan keuangan selama pandemi. Kondisi itu bertambah sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Sebab, kantin di kapal dan pelabuhan selalu sepi pembeli di masa ini. Untuk itu, pelaku usaha itu terpaksa mengurangi karyawan hingga menutup usahanya.

"Kadang tutup, kadang buka, karena penghasilan kantin tidak bisa diandalkan lagi. Sekarang sepi banget, bahkan beberapa hari tidak ada pemasukan. Sementara biaya sewa lumayan mahal," kata salah satu pemilik kantin di KMP Mutiara Persada, Irawan saat ditemui lampost.co, Selasa, 20 Juli 2021. 

Kondisi itu juga dirasakan di warung makannya yang berada di area parkir kendaraan Dermaga III Pelabuhan Bakauheni. 

Padahal, dua tempat usaha warga Dusun Kenyayan, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni itu menjadi tumpuan keluarga, sehingga dia pun harus berutang ke toko langganannya untuk memenuhi kebutuhan harian. "Untuk mengisi dagangan kantin juga utang. Ditambah lagi utang ke warung sembako," kata dia. 

Untuk menggantikannya, dia pun kini harus bekerja serabutan, mulai dari menjadi kuli panggul, petugas parkir, hingga jualan musiman. Sementara istri menjadi buruh cuci. "Meski serba sulit, kami punya tanggung jawab untuk membesarkan dua anak," tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan Turijo (40), pemilik rumah makan Padang di Dermaga I Pelabuhan Bakauheni. "Semua mengeluh, bukan dapat uang, malah capek doang, makanya sekarang jarang buka. Sudah tiga bulan saya coba jualan sayuran di pasar Bakauheni," ucapnya.

Dia berharap pandemi segera berlalu, sehingga perekonomian membaik. "Kalau sebelum pandemi warung saya bisa menghasilkan Rp2 juta-Rp3 juta per hari," ujarnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait